Kuningan, mu4.co.id – Sebanyak 94 jemaah umrah asal Kabupaten Kuningan dilaporkan terlantar di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, Jumat (31/07/2026).
Kendala administrasi visa yang tidak sinkron dengan jadwal keberangkatan pesawat menjadi penyebab rombongan jemaah tidak dapat terbang sesuai rencana.
Kronologi Keberangkatan Jemaah Umrah yang Tertahan
Sebelumnya, keberangkatan jemaah dijadwalkan pada 28 Juli 2026, namun sekitar satu pekan sebelum keberangkatan, pihak penyelenggara menyampaikan perubahan jadwal menjadi 1 Agustus 2026 dengan rencana penerbangan pukul 21.40 WIB.
Perubahan kembali terjadi pada jadwal keberangkatan rombongan dari Kabupaten Kuningan menuju Bandara Internasional Soetta. Informasi awal keberangkatan pada 31 Juli pukul 22.00 WIB berubah menjadi pukul 10.00 WIB pada hari yang sama. Saat perjalanan menuju bandara, jemaah kembali menerima informasi adanya perubahan maskapai dari Lion Air menjadi Saudi Airlines.
Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 17.50 WIB, jemaah menunggu arahan untuk menjalani proses keberangkatan. Namun hingga mendekati jadwal penerbangan, mereka belum mendapatkan kepastian terkait proses check-in maupun kelengkapan administrasi perjalanan. Sekitar pukul 21.00 WIB, panitia baru membagikan lanyard dan kartu identitas jemaah. Pada saat itu, penerbangan telah memasuki tahap akhir pemanggilan penumpang. Diketahui pula visa umrah baru terbit sekitar pukul 22.00 WIB, setelah jadwal keberangkatan pesawat.
Hingga pukul 03.40 WIB tanggal 1 Agustus 2026, sebagian jemaah masih berada di bandara sebelum akhirnya mendapatkan fasilitas menuju hotel. Sebagian lainnya memilih tetap bertahan untuk menunggu kejelasan penyelesaian dari pihak penyelenggara.
Baca juga: Kemenhaj Tindak Tegas Travel Umrah yang Telantarkan Jemaah, Ancam Tutup Permanen
Berkaitan dengan hal tersebut, Kuasa Hukum PT Al Zamzami Travel, Sarip Hidayat, mengakui adanya kelalaian teknis, namun menegaskan komitmen perusahaan untuk menyelesaikan kewajibannya kepada seluruh jemaah. Ia mengungkapkan pada hari itu, dari 124 jemaah yang dijadwalkan, yang berhasil berangkat sebanyak 29 jemaah, dan 95 jemaah gagal berangkat.
“Pertama yang harus kita pahami, bahwa dari PT Al Zamzami itu telah terjadi kelalaian. Tetapi kami dari PT Al Zamzami siap bertanggung jawab. Total jemaah umroh Al Zamzami Di hari itu ada 124 yang akan berangkat, tapi yang berhasil berangkat ada 29 jemaah. Yang tertunda 95 jemaah,” tutur Sarip, Senin (03/08/2026).
Sarip menjelaskan beberapa penyebab gagalnya keberangkatan para jemaah dari jadwal semula. Menurutnya, seluruh dokumen administrasi mulai dari paspor, tiket, hingga visa sebenarnya sudah siap. Namun, saat pengecekan, terjadi kendala sistem pada konter Arab Saudi di bandara yang mengakibatkan jemaah gagal berangkat.
“Sebenarnya sudah jelas semua, tiket dan visa itu sudah selesai administrasinya. Cuma kemarin dapat penjelasan dari Pak Direktur Haji Faisal, ini tuh ada kesalahan teknis di konter Saudi. Kan padahal beda selisih pemberangkatan visa dan tiket itu cuma 40 menit, tapi konter Saudia sudah tidak mau membuka lagi,” jelasnya.
Ia menambahkan, setelah mengetahui 95 jemaah gagal berangkat, pihaknya langsung memfasilitasi akomodasi hotel dan konsumsi selama masa tunggu. Pihaknya membantah adanya penelantaran. Sebab jadwal pemberangkatan masih belum pasti, keesokan harinya perusahaan menyediakan transportasi bagi jemaah yang hendak kembali ke Kuningan. Setidaknya ada sekitar 58 jemaah yang pulang ke Kuningan, sedangkan 37 jemaah lainnya memutuskan tetap berada di Jakarta dengan biaya sendiri sambil menunggu keberangkatan.
“Semua jemaah diarahkan ke hotel. Kita menyediakan fasilitas untuk tinggal di hotel satu malam itu, dan besoknya sebelum pulang kita menyediakan makan siang. Yang 37 jemaah masih di Jakarta karena itu keinginan mereka sendiri dan biaya sendiri,” tutur Sarip.
Adapun mengenai kelanjutan jadwal penerbangan, Sarip memastikan jemaah tetap akan diberangkatkan. Tiket yang hangus akan dijadwalkan ulang. Pihaknya berencana memberangkatkan seluruh jemaah pada 7 Agustus 2026 mendatang.
“Kalau lihat di jadwal keberangkatan tuh tanggal 3, 7, 9, sama 10. Di tanggal 3 hanya ada 10 pax, kita tawarkan ke jemaah tapi tidak ada jawaban karena bingung kalau cuma 10 orang yang berangkat. Nah, kalau tanggal 7 ada 100 pax, ada kalau mau berangkat semua di tanggal 7 Agustus,” tutur Sarip.
Melalui kejadian tersebut, pihak PT Al Zamzami Tour and Travel pun meminta maaf atas kendala yang dialami para jemaah. Pihaknya menjamin jemaah yang tertunda pasti akan diberangkatkan. “Mohon maaf yang sebesar-besarnya karena ini kesalahan sistem yang tidak di luar kendali. Kaget baru kali ini yang kejadian system error seperti itu. Dan intinya semua jemaah pasti akan diberangkatkan. Kami dari pihak PT Al Zamzami siap bertanggung jawab memberangkatkan 95 orang yang akan melaksanakan ibadah umrah,” pungkas Sarip.
(radarcirebon.com, detik.com)












![Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, dalam konferensi pers di Aula PTSL Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Senin [3/8]](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG_2379-300x150.jpeg)


