Media Utama Terpercaya

8 Juli 2026, 09:46
Search

Kemhan Mulai Bangun Pabrik Amunisi di Batulicin, Perkuat Kemandirian Pertahanan dan Produksi Munisi Nasional

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Kemhan Mulai Bangun Pabrik Amunisi di Batulicin
Kemhan Mulai Bangun Pabrik Amunisi di Batulicin [Foto: kemhan.go.id]

Batulicin, mu4.co.id – Kementerian Pertahanan mulai membangun Pabrik Amunisi PT Pindad di Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, yang ditandai dengan peletakan batu pertama atau groundbreaking oleh Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, Sabtu (04/07/2026).

Pembangunan fasilitas produksi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional sekaligus meningkatkan kesiapan dukungan logistik pertahanan secara berkelanjutan.

Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa memaparkan bahwa penguatan industri pertahanan dalam negeri merupakan salah satu prioritas strategis pemerintah guna mendukung kemampuan pertahanan negara yang mandiri, modern, dan berkelanjutan.

“Pembangunan fasilitas produksi ini diharapkan semakin memperkuat kemampuan nasional dalam memenuhi kebutuhan pertahanan sekaligus meningkatkan daya saing industri strategis nasional,” bunyi keterangan, dikutip dari laman resmi Kementerian Pertahanan.

Selain mendukung kepentingan pertahanan negara, pembangunan pabrik ini juga diharapkan memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah melalui peningkatan aktivitas ekonomi, penciptaan lapangan kerja, pengembangan sumber daya manusia, serta tumbuhnya berbagai sektor pendukung di Kalimantan Selatan.

Baca juga: Gandeng Airbus, Indonesia Siap Bangun Pabrik Pesawat Dalam Negeri

Sementara itu, Kepala Biro Informasi Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, mengatakan bahwa pembangunan pabrik munisi itu juga merupakan bagian dari pengembangan industri pertahanan PT Pindad, yang sejalan dengan kebijakan Kementerian Pertahanan untuk memperkuat kemandirian alat peralatan pertahanan dan keamanan (alpalhankam), terutama dalam memenuhi kebutuhan amunisi TNI.

“Secara strategis, pembangunan ini bertujuan memperkuat kapasitas produksi munisi nasional, mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar negeri, serta meningkatkan kesiapan dukungan logistik pertahanan Indonesia,” kata Rico, dikutip dari Kompas.com, Senin (06/07/2026).

Rico menjelaskan, pembangunan pabrik di Batulicin juga menjadi bagian dari strategi memperkuat dukungan logistik pertahanan di berbagai wilayah Indonesia. Karena itu, pemerintah tidak hanya membangun fasilitas produksi munisi di satu lokasi, tetapi juga merencanakan pembangunan pabrik serupa di pulau-pulau besar lainnya. “Sebelumnya, kegiatan serupa juga telah dilaksanakan di Papua Selatan. Untuk Batulicin, berdasarkan informasi proyek, kawasan yang disiapkan sekitar kurang lebih 30 hektar,” ucapnya.

Menurut Rico, Batulicin dipilih setelah melalui berbagai pertimbangan teknis dan strategis, mulai dari ketersediaan lahan, akses wilayah, dukungan infrastruktur, hingga letak Kalimantan Selatan yang dinilai strategis untuk memperkuat distribusi logistik dan industri pertahanan nasional.

Ia menegaskan, pabrik tersebut diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pertahanan nasional dan mendukung kesiapan operasional TNI. Namun, jika kapasitas produksi, standar kualitas, dan ketentuan regulasi telah memenuhi syarat, pemerintah membuka peluang untuk memasok kebutuhan kerja sama internasional maupun pasar ekspor secara selektif dengan tetap mengutamakan kepentingan nasional.

[post-views]
Selaras