Jakarta, mu4.co.id – Pemerintah tengah menyiapkan dua skema untuk menyelesaikan persoalan guru non-aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag), salah satunya akan memprioritaskan 18 ribu guru honorer pada formasi ASN mendatang.
“Guru honorer yang mengabdi di sekolah negeri jumlahnya sekitar 18 ribu orang itu akan mendapatkan prioritas formasi yang akan datang,” ujar Menteri Agama, Nasaruddin Umar, saat rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Jakarta, Selasa (30/06/2026).
Di samping itu, Nasaruddin juga menjelaskan usulan Kemenag selanjutnya yaitu memberikan Insentif tambahan sebesar Rp 1,5 juta bagi guru madrasah non-ASN. Dikatakannya bahwa usulan itu sebelumnya juga telah dibahas dalam rapat Kemenag bersama Komisi VIII DPR RI.
“Misalnya yang tidak bisa terangkat sekarang karena begitu banyak jumlahnya, kita akan usulkan untuk mendapatkan insentif Rp 1,5 juta ya. Begitu kita usulkan dan kemarin disetujui bersama dengan Bapak Ibu anggota DPR. Dan itu kami juga salah satu solusi yang kami usulkan,” tuturnya.
Baca juga: Pemerintah Siapkan BPJS Ketenagakerjaan Untuk Guru Madrasah dan Pesantren!
Nasaruddin menilai, persoalan guru non-ASN di lingkungan Kemenag relatif lebih sederhana dibandingkan dengan yang dihadapi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Diketahui secara nasional, berdasarkan data tahun ajaran 2025/2026 yang dihimpun dari Kemenag dan Kemendikdasmen, terdapat sekitar 2,3 juta guru non-ASN yang tersebar di sekolah negeri, sekolah swasta, hingga madrasah.
Ia pun memastikan, berbagai masukan yang disampaikan komisi tersebut telah didengar oleh pimpinan DPR dan akan menjadi bagian dari pembahasan bersama pemerintah.
“Informasi yang kita diskusikan bersama beberapa waktu yang lalu sudah didengar oleh pimpinan DPR kita dan termasuk solusi-solusi yang kita tawarkan, Pak,” kata Nasaruddin.
(detik.com)













