Media Utama Terpercaya

16 Agustus 2026, 15:35
Search

Kisah Kader AMMA Banjarmasin Mengalami Detik-detik Mencekam Evakuasi Gempa M 7,7 di Pulau Seraya Besar NTT

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Pulau Seraya NTT
Pulau Seraya Flores NTT [Foto: Mawatu.co.id]

NTT, mu4.co.id – Gempa bumi dahsyat bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) pagi.

Bertepatan dengan peristiwa tersebut, salah seorang kader Angkatan Muda Masjid Al Jihad (AMMA) Banjarmasin, M. Cikal Rayhan Putra Nada, sedang berada di lokasi kejadian, tepatnya di Desa Seraya Marannu, Pulau Seraya Besar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Flores atau berjarak sekitar 10 kilometer sebelah utara Labuan Bajo.

Cikal berada di daerah tersebut dalam rangka kegiatan pengabdian masyarakat lintas bidang bersama 58 anggota tim lainnya. Rombongan tiba di NTT pada Sabtu (15/8/2026) pukul 01.00 WITA—hanya beberapa jam sebelum gempa terjadi. Setibanya di Desa Seraya Marannu pada dini hari, mereka menginap di posko dan rumah-rumah warga setempat.

Cikal menceritakan detik-detik guncangan gempa tersebut. Getaran pertama terasa sekitar pukul 05.58 WITA, saat sebagian masyarakat lokal masih tidur atau baru memulai aktivitas pagi.

“Sebagian kawan-kawan dari tim pengabdian saat itu masih beristirahat, sementara sisanya sedang bersiap untuk acara pembukaan kegiatan pengabdian bersama warga yang rencananya dilaksanakan pagi harinya,” ujar Cikal kepada mu4.co.id, Ahad (16/8/2026).

Baca juga: Gempa Dini Hari M 7,7 Guncang Nagekeo NTT, Getaran Terasa hingga Bali dan Sulawesi

Setelah guncangan pertama, seluruh tim dan warga setempat segera dievakuasi ke area perbukitan di belakang desa guna mengantisipasi peringatan dini tsunami dari pihak berwenang.

Lantaran lokasi Desa Seraya Marannu terbilang cukup aman dari pusat gempa, wilayah ini tidak mengalami kerusakan parah. “Hampir tidak ada bangunan yang roboh di desa ini dan tidak ada korban jiwa,” tutur Cikal.

Ia juga menambahkan bahwa akses transportasi dan jaringan komunikasi sempat terputus sesaat setelah gempa. Jaringan ponsel baru kembali stabil pada Sabtu siang menjelang sore.

Rombongan tim pengabdian dijadwalkan tetap bertahan di Desa Seraya Marannu hingga 20 Agustus mendatang untuk melanjutkan kegiatan sekaligus membantu evakuasi warga. Hingga Ahad pagi, beberapa gempa susulan masih terasa, meski dengan intensitas skala yang lebih kecil.

Video: SpiritSumbar
[post-views]
Selaras