Media Utama Terpercaya

1 Oktober 2026, 13:52
Search

Jepang Resmi Akhiri Bantuan Penanganan Karhutla Kalimantan, Menhan RI Anugerahkan Satyalancana!

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Penganugerahan Satyalancana Dharma Samudera kepada militer Jepang
Penganugerahan Satyalancana Dharma Samudera kepada militer Jepang. [Foto: Kemhan RI]

Pontianak, mu4.co.id – Bantuan Jepang untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat resmi berakhir pada Selasa (29/9) setelah berlangsung selama dua pekan. Jepang mengakhiri misi setelah menilai Indonesia dapat melanjutkan penanganan karhutla secara mandiri. 

“Pengakhiran ini diputuskan oleh Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi pada Selasa (29/9),” ungkap Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, dikutip dari detik Kalimantan, Kamis (1/10).

Sebelumnya, militer Jepang atau Self-Defense Forces (SDF) mengerahkan tiga helikopter CH-47 Chinook untuk operasi water bombing, disertai 361 personel.

Baca Juga: Momen Pasukan Jepang Sampai di Kalimantan Barat untuk Bantu Penanganan Karhutla

Selama dua pekan operasi, tiga helikopter Chinook melakukan 40 kali water bombing dengan total lebih dari 220 ton air yang dijatuhkan untuk memadamkan karhutla di Kalimantan Barat.

Menurut BNPB, bantuan tersebut dinilai cukup membantu mencegah kebakaran meluas. Operasi yang dimulai sejak 16 September 2026 itu mencakup wilayah Pontianak dan Ketapang.

BNPB pun mengapresiasi dukungan Jepang dalam pemadaman kebakaran di lahan gambut Kalbar tersebut.

“Pemerintah Indonesia dan BNPB mengapresiasi dukungan penuh SDF Jepang yang telah beroperasi selama lebih dari dua minggu dalam membantu pemadaman karhutla, khususnya di kawasan lahan gambut Kalimantan,” ujar Berton.

Baca Juga: Jepang Terjunkan JS Kunisaki dan Helikopter CH-47, Pasukan Bela Diri Padamkan Karhutla Kalimantan

Sementara itu, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memberikan Satyalancana Dharma Samudera kepada 361 personel Jepang atas kontribusi mereka dalam penanganan karhutla tersebut.

Penghargaan diberikan di kapal JMSDF JS Kunisaki yang bersandar di Pelabuhan Internasional Kijing, Mempawah, Kalimantan Barat, Rabu (30/9). Sebanyak 92 personel Japan Disaster Relief (JDR) hadir dalam upacara tersebut.

Sjafrie menyebut penghargaan itu sebagai bentuk apresiasi atas dukungan Jepang sekaligus wujud kerjasama pertahanan kedua negara. Menurutnya, hubungan Indonesia-Jepang tidak hanya dilakukan melalui dialog dan latihan militer, tetapi juga dalam misi kemanusiaan saat bencana.

(Detik Kalimantan, Borneo Flash, Antara)

[post-views]
Selaras