Banjarmasin, mu4.co.id – Pernahkah Anda memperhatikan tombol lift di gedung tinggi? Seringkali, Anda akan mendapati lompatan dari lantai 12 langsung ke 14, atau lantai 13 yang diganti menjadi ’12B’. Fenomena yang dikenal dengan sebutan triskaidekaphobia ini—ketakutan irasional terhadap angka 13—adalah mitos ketakutan yang berlebihan terhadap angka sial yang mengakar kuat di masyarakat.
Namun, di tengah prasangka buruk takhayul duniawi, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah justru melakukan gerakan dakwah arsitektural yang santun dan mendidik. Organisasi Islam modernis terbesar di Indonesia ini dengan sengaja membangun bukan hanya satu, melainkan tiga gedung pencakar langit dengan tepat 13 lantai. Langkah ini bukan sekadar tentang konstruksi, melainkan sebuah syiar dakwah tentang keyakinan dan pernyataan iman yang kuat.
Dakwah di Balik Gedung 13 Lantai
Bagi Muhammadiyah, pemilihan angka 13 bukanlah kebetulan atau tindakan mencari sensasi semata. Ini adalah bentuk dakwah bil hal (dakwah melalui perbuatan) untuk menegakkan tauhid.
“Kami ingin menegaskan bahwa di dalam Islam, tidak ada angka sial atau hari sial. Keberuntungan dan kemalangan itu datangnya dari Allah SWT, bukan dari angka,” ujar seorang tokoh Muhammadiyah, Kamis (25/6).
Muhammadiyah membalikkan mitos tersebut: 13, dalam konteks ini, justru menjadi simbol “Keberuntungan” yang didasarkan pada iman yang murni, bebas dari kesyirikan. Gedung-gedung ini menjadi bukti fisik bahwa memercayai kekuatan supranatural pada angka 13 adalah bentuk penyimpangan akidah yang serius.
Gedung berlantai 13 ini adalah salah satu upaya untuk membersihkan iman umat dari takhayul dan memperkuat keyakinan bahwa Allah-lah satu-satunya pengatur segalanya di dunia ini. Tidak ada kaitannya dengan angka.
Berikut adalah tiga gedung ikonik Muhammadiyah yang berdiri megah dengan 13 lantai, mematahkan mitos sial di tengah kota-kota besar Indonesia:
1. At-Tawhid Tower (Universitas Muhammadiyah Surabaya)
Gedung pertama yang memelopori gerakan ini adalah At-Tawhid Tower, yang terletak di kompleks kampus Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya).

At-Tawhid Tower berlokasi di Jl. Sutorejo No. 59, Dukuh Sutorejo, Mulyorejo, Surabaya, Jawa Timur 60113. Gedung yang diresmikan langsung oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla pada 19 Januari 2018 bertepatan dengan gelaran Sidang Tanwir Aisyiyah. Gedung ini berfungsi sebagai pusat layanan akademik dan rektorat. Dengan fasilitas ruang perkuliahan modern, laboratorium, perpustakaan, serta pusat pertemuan ilmiah dan budaya.
Khusus lantai 12 diperuntukkan sebagai ruang kerja rektor dan jajarannya, sedangkan lantai 13 difungsikan sebagai ruang pertemuan, auditorium besar, dan pusat acara atau rapat.
Baca juga: RS UNIMUS Diresmikan. Haedar Nashir: Peran Muhammadiyah Membangun Kesehatan Bangsa
2. President Tower (Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih)
Muhammadiyah juga membangun Amal Usaha Kesehatan yang dinamakan President Tower yang berdiri megah sebagai bagian dari Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Gedung 13 lantai ini berlokasi di Jl. Cempaka Putih Tengah I No. 1, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10510. Diresmikan pada 2019, gedung ini difungsikan sebagai pusat layanan medis canggih dan rawat inap premium. Lantai-lantainya menampung ruang operasi modern, unit perawatan intensif, serta ruang perawatan kelas VIP dan VVIP, yang dirancang untuk memberikan pelayanan kesehatan berkualitas tinggi.
Baca juga: Ibrahim Tower Resmi Berdiri, Wujud Kolaborasi Kemanusiaan Muhammadiyah dan NU
3. Ibrahim Tower (RS Roemani Muhammadiyah Semarang)
Gedung ketiga, Ibrahim Tower, merupakan gedung utama baru RS Roemani Muhammadiyah Semarang.

Baru saja diresmikan pada 20 Mei 2026, bertepatan dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional. Uniknya, pembangunan gedung 13 lantai ini merupakan kolaborasi harmonis antara 2 organisasi Islam terbesar di Indonesia yaitu Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU). Sebab Ibrahim Tower milik Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang ini dibangun di atas lahan wakaf milik warga NU.
Bukti Tanpa Masalah
Ketiga gedung ini telah beroperasi dan berfungsi dengan sangat baik. Tidak ada laporan tentang kejadian supranatural atau kesialan yang menimpa penghuni atau pengguna gedung.
Dengan tiga bangunan monumental ini, Muhammadiyah telah memberikan contoh nyata bagaimana keyakinan yang kuat dapat mengalahkan ketakutan yang tidak berdasar, menjadikan angka 13 bukan sebagai penanda kesialan, melainkan simbol keberanian, kemajuan, dan tauhid yang kokoh.

![Heru Husodo, menghibahkan merek minyak goreng MANSALWA kepada Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah [PDA] se-Mataraman](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260623-WA0011-300x183.jpg)













