Media Utama Terpercaya

11 Agustus 2026, 22:50
Search

Transaksi QRIS Melonjak, Tembus Rp600 Triliun pada Semester I-2026

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Transaksi QRIS Melonjak
Transaksi QRIS Melonjak [Foto: Ilustrasi mu4.co.id]

Jakarta, mu4.co.id – Volume transaksi Kode Respons Cepat Standar Indonesia (QRIS) melonjak lebih dari 100 persen pada semester I-2026, dengan nilai transaksi mencapai Rp600,69 triliun.

Bank Indonesia (BI) melaporkan per 6 Agustus 2026, volume transaksi QRIS pada semester I-2026 mencapai 12,55 miliar transaksi, meningkat 107% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan semester I-2025 yang mencapai 6,05 miliar transaksi. Dari sisi nilai transaksi, QRIS mencatat Rp600,69 triliun, meningkat dibandingkan Rp579 triliun pada semester I-2025. Pertumbuhan ini menunjukkan semakin luasnya penggunaan pembayaran digital di Indonesia.

Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta menyampaikan bahwa capaian tersebut menegaskan peran penting QRIS dalam mendorong ekonomi digital nasional. “QRIS menjadi gerbang ekonomi digital sekaligus game changer bagi ekonomi dan keuangan digital nasional,” ujar Filianingsih, Kamis (06/08/2026).

Ia menambahkan bahwa peningkatan volume dan nilai transaksi tersebut mencerminkan kemudahan yang dirasakan masyarakat dalam menggunakan sistem pembayaran digital ini. “Kondisi ini mencerminkan bahwa QRIS memang mempermudah transaksi pembayaran,” ungkapnya.

Baca juga: BI Catat Transaksi QRIS di Kalsel Melonjak 90,13%, Tembus 34,53 Juta dalam Setahun

Selain itu, jumlah pengguna QRIS juga mengalami peningkatan, dari 57 juta pengguna pada semester I-2025 menjadi 66 juta pengguna pada semester I-2026. Sementara itu, jumlah gerai yang menggunakan QRIS bertambah dari 39,30 juta gerai menjadi 44,86 juta gerai. Lebih dari 90% gerai QRIS tersebut merupakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Penggunaan QRIS sendiri memberikan sejumlah manfaat, di antaranya mengurangi ketergantungan terhadap uang tunai, memperluas inklusi keuangan, serta memudahkan pencatatan transaksi dan membantu pelaku usaha menghindari uang palsu. QRIS juga berpotensi meningkatkan penjualan UMKM. Indeks inklusi keuangan Indonesia sendiri tercatat mencapai 92,74 persen pada 2025.

Adapun untuk tahun 2026, Bank Indonesia menetapkan target 17 miliar transaksi, 70 juta pengguna, dan 47 juta gerai yang menggunakan QRIS.

Bank Indonesia juga terus melakukan berbagai upaya untuk memperluas penggunaan QRIS, antara lain bekerja sama dalam penggunaan QRIS untuk layanan pemerintah dan transportasi, memberikan potongan biaya layanan 0 persen bagi usaha mikro, serta bekerja sama dengan 96 bank, 60 lembaga nonbank, dan empat lembaga untuk mendukung transaksi QRIS.

Tidak hanya itu, QRIS juga terus diperluas melalui kerja sama antarnegara. Saat ini, QRIS telah diterapkan di sejumlah negara, yaitu Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan China.
(Antara)

[post-views]
Selaras