Jakarta, mu4.co.id – Pemerintah Malaysia akan membawa isu kabut asap lintas batas (transboundary haze) yang terjadi di Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-49 ASEAN di Manila, Filipina pada November 2026 mendatang.
Langkah tersebut diambil untuk mendorong lahirnya mekanisme regional yang lebih efektif dalam menangani krisis kabut asap akibat karhutla di kawasan Asia Tenggara.
Merespons hal tersebut, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI), Vahd Nabyl Mulachela menegaskan pemerintah telah menangani serius masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda di sejumlah daerah di Indonesia.
“Sebetulnya kita melihat bahwa isu ini adalah isu yang perlu ditangani secara serius, dan pemerintah Indonesia sangat serius dalam menangani hal ini,” katanya, Kamis (22/10/2026).
Baca juga: Kabut Asap Ganggu Warga Malaysia, Anggota Parlemen Desak Prabowo Bertindak Lewat Bahasa Jawa
Vahd memahami kekhawatiran yang disampaikan oleh negara tetangga terkait dampak dari kebakaran tersebut. Namun, menurutnya, sudah ada mekanisme di ASEAN untuk membahas isu karhutla dan telah berjalan. “Sebetulnya mekanisme ASEAN yang membahas tentang isu ini sendiri sudah established, sudah ada dan sudah berjalan,” kata Vahd.
Vahd juga menyatakan bahwa Indonesia mengedepankan semangat kerja sama dan dialog dalam menyelesaikan masalah ini serta terbuka mempertimbangkan pelaksanaannya sesuai kondisi di lapangan.
Di samping itu, Vahd menyebut Menteri Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir juga disebut telah menyampaikan pandangannya terkait penanganan teknis dan kerja sama dengan negara mitra.
“Pak Menlu juga sudah menyampaikan bahwa pada intinya pemerintah melihat setiap bantuan-bantuan dari negara-negara mitra ini bisa kita lihat sesuai dengan kebutuhan yang pada tingkat teknis masih terus dilakukan pembahasannya. Namun untuk konteks ASEAN sendiri, itu merupakan salah satu dari sekian banyak mekanisme kerja sama yang sudah berjalan untuk mengatasi tentang isu ini,” tambahnya.
(kompas.com)














