Media Utama Terpercaya

22 Oktober 2026, 22:54
Search

Menkomdigi: Minta Masyarakat Ajukan Banding jika Konten Karhutla Kena ‘Take Down’

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Menkomdigi
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid [Foto: Antara]

Jakarta, mu4.co.id – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid meminta masyarakat untuk melapor apabila konten tentang kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terkena ‘take down‘ dari platform digital.

Meutya mengatakan, Komdigi justru terus mendorong adanya akuntabilitas dan transparansi algoritma dari para platform, alih-alih membatasi informasi karhutla.

“Jika ada yang merasa ada gangguan layanan pada unggahan terkait karhutla di platform baik itu Meta, TikTok, atau platform lainnya, ajukan aduan atau banding kepada platform terkait, lalu laporkan juga kepada kami. Karena apa yang kita lihat dan kita konsumsi di media sosial, seharusnya merupakan hak pengguna sebagai konsumen untuk memilih, bukan diatur sepihak oleh perusahaan teknologi semata,” ujar Meutya, Rabu (21/10/2026).

Menurutnya, informasi terkait karhutla sangat penting dan dibutuhkan pemerintah untuk membantu dalam memutuskan berbagai penanganan. Ia meminta dorongan kepada platform digital untuk lebih transparan dan bertanggung jawab terhadap algoritma mereka.

“Pemerintah terbuka atas masukan informasi yang faktual, kredibel, dan dapat dipertanggungjawabkan terkait karhutla. Suara kita penting, informasi adalah hak kita, dan platform harus bertanggung jawab atas cara informasi menjangkau masyarakat,” tambahnya.

Baca juga: Pernyataan Muhammadiyah Tentang Karhutla: Karhutla Tidak Boleh Dinormalisasi sebagai Bencana Tahunan

Sebelumnya, viral di media sosial terkait pernyataan Bupati Siak, Riau, Afni Zulkifli, soal konten tanam pohon di lokasi bekas Karhutla bersama forkopimda Siak, di Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) yang berstatus BUMD Siak, Kamis (08/10/2026), di take down atau dihapus oleh TikTok.

Kegiatan tersebut kemudian diposting Afni di akun TikTok-nya. Namun, video itu tiba-tiba dihapus TikTok setelah mencapai 5 juta views. Penghapusan video itu menjadi sorotan netizen. Banyak yang mengecam tindakan tersebut. Setelah mengkritisi videonya yang di-take down, Afni menyebut konten yang dihapus itu telah muncul kembali.

“Alhamdulillah. Video saya yang di-take down per sore tadi sudah balik lagi setelah admin menyatakan banding,” kata Afni, Selasa (20/10/2026).

Kembalinya video yang dihapus itu tak terlepas dari banyaknya dukungan netizen kepada Afni. “Terima kasih buat dukungan netizen semua agar video tersebut bisa ditonton kembali,” ucap Afni.
(kompas.com)

[post-views]
Selaras