Media Utama Terpercaya

1 Oktober 2026, 23:48
Search

Kisah Pilu Korban KM Virgo yang Merantau Bermodal Rp13 Ribu dan KTP Nenek, serta Perkembangan SAR Hari ke-18

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Maulana Purwo Wibowo
Maulana Purwo Wibowo dan perkembangan pencarian hari ke-18. [Foto: IDN Times, Folkshitkuy]

Banjarmasin, mu4.co.id – Maulana Purwo Wibowo, pemuda 19 tahun asal Cilacap, Jawa Tengah, menjadi salah satu korban KM Virgo Transport 8 yang ditemukan meninggal dan diidentifikasi pada Senin (28/9).

Maulana sebelumnya berangkat ke Kalimantan untuk mencari pekerjaan dan mengumpulkan uang demi membeli sepeda motor dan kebutuhan lainnya. Namun, rencana merantau itu berakhir tragis setelah ia menjadi korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8.

Saat jenazah ditemukan, Maulana diketahui membawa uang tunai sekitar Rp13.500 beserta dua KTP dalam dompetnya. Salah satunya merupakan KTP milik neneknya yang telah meninggal dunia.

Barang yang ditemukan milik Maulana. [Foto: @wildanusman5]

Keberadaan barang-barang itu kemudian dikonfirmasi oleh kerabat Maulana yang mengaku sebagai bibinya.

“Iya betul Kak uang 13 ribu milik Maulana. Dia bawa KTP dua Kak, satu milik dia, satunya milik Alm neneknya Kak yang sudah meninggal,” tulis sang bibi pada akun media sosialnya, dikutip dari Tv One News, Kamis (1/10).

Keluarga Maulana terkejut mengetahui ia membawa KTP neneknya saat merantau ke Kalimantan. Sang bibi menduga KTP tersebut dibawa sebagai pengingat terhadap nenek yang telah meninggal.

Menurut bibinya, foto sang nenek di KTP mungkin menjadi cara Maulana untuk tetap menyimpan kenangan tentang sosok yang dekat dengannya.

Baca Juga: Operasi Salvage KM Virgo Segera Dilaksanakan, Asuransi Tunjuk Mitra dari Amerika dan Inggris

Maulana sendiri dikenal dekat dengan neneknya. Sebelum merantau ke Kalimantan, Maulana tinggal bersama adik dan kakeknya setelah kedua orang tuanya berpisah dan neneknya meninggal dunia.

Sebelumnya, Maulana bekerja membuat sapu di kampung untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kemudian pada usia 19 tahun, Maulana memutuskan merantau ke Kalimantan untuk mencari penghasilan lebih layak. Ia berangkat bersama rombongan dan berencana bekerja di perkebunan kelapa sawit. 

Namun, rencana tersebut berakhir tragis. Maulana menjadi korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 sebelum sempat bekerja di perantauan.

Sebelum identitasnya terkonfirmasi, keluarga sempat menanti kepulangannya. Sang kakek bahkan berharap Maulana ditemukan dalam keadaan selamat.

“Cucu saya bisa pulang gak ya mbak?” ujar sang kakek kepada relawan Siaga Peduli yang mengunjunginya saat Maulana belum ditemukan.

Harapan kepulangan itu akhirnya terjawab setelah Tim DVI memastikan identitasnya, namun Maulana pulang ke rumah dalam keadaan telah meninggal dunia.

Perkembangan Operasi SAR KM Virgo Hari ke-18

Tim SAR darat menemukan empat korban dan satu life craft KM Virgo Transport 8 pada hari ke-18, Rabu (30/9), di sejumlah wilayah pesisir Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat.

Satu korban ditemukan di Pantai Lunci, Sukamara, kemudian dievakuasi ke RSUD Sukamara. Sementara tiga korban lainnya ditemukan tim gabungan di aliran Sungai Teruntum, Kabupaten Seruyan.

Baca Juga: Hari ke-17, 3 Jenazah Korban KM Virgo Ditemukan hingga Pencarian Diperluas ke Kalteng!

”Penemuan empat korban hari ini murni hasil penyisiran penyusuran darat dan pesisir oleh SRU Darat. Untuk penyisiran bagian dalam bangkai kapal oleh Tim Penyelam Gabungan Basarnas, TNI AL, dan Potensi SAR hingga sore ini (Rabu) belum membuahkan hasil atau masih nihil,” ungkap Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan.

Sementara itu, tim penyelam gabungan Basarnas, TNI AL, dan unsur SAR telah melakukan penyisiran di bagian dalam kapal, namun belum menemukan korban tambahan.

Hingga kini, 186 dari 243 orang dalam manifes KM Virgo Transport 8 telah ditemukan, terdiri dari 108 orang selamat dan 78 meninggal dunia, sementara 57 korban lainnya masih dalam pencarian.

(Tilik Banua, Tv One News, Liputan6)

[post-views]
Selaras