Media Utama Terpercaya

31 Juli 2026, 22:52
Search

Kian Memanas, Houthi Klaim Serang Kapal Tanker Minyak Arab Saudi di Laut Merah

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Houthi Klaim Serang Kapal Tanker Minyak Arab Saudi di Laut Merah
Houthi Klaim Serang Kapal Tanker Minyak Arab Saudi di Laut Merah [Foto: Anadolu Ajansi]

Sana’a, mu4.co.id – Kelompok pemberontak Houthi asal Yaman mengeklaim telah menembakkan rudal balistik ke arah kapal tanker minyak milik Arab Saudi di Laut Merah.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, dalam unggahan di platform X, pada Selasa (28/07/2026), mengatakan bahwa kelompoknya menargetkan kapal tanker minyak NCC GHAZAL, karena dianggap melanggar larangan pelayaran yang diberlakukan terhadap armada Arab Saudi, sehingga memaksa kapal tersebut berputar balik dan meninggalkan wilayah pelayaran.

Hal itu dilakukan lebih dari sepekan setelah mengumumkan blokade maritim terhadap kapal-kapal Arab Saudi pada 20 Juli. Kelompok itu menuduh Riyadh telah memberlakukan blokade terhadap Yaman selama hampir 12 tahun sehingga merampas sumber daya negara tersebut dan memperburuk kondisi kemanusiaan. Houthi menyatakan rakyat Yaman memiliki hak untuk membalas melalui penerapan blokade tandingan terhadap kapal-kapal Arab Saudi.

Baca juga: Serangan Yaman ke Pangkalan Udara Arab Saudi Dilaporkan Ganggu Penerbangan Jeddah dan Riyadh

Diketahui sebelumnya, kelompok itu juga mengeklaim menyerang dua kapal tanker minyak Arab Saudi yang melintasi Laut Merah. “Kami menargetkan dua kapal tanker minyak Arab Saudi, bernama Encelia dan Layla, atas pelanggaran mereka terhadap keputusan blokade yang dikeluarkan oleh angkatan bersenjata,” kata Yahya Saree.

Sementara itu, Kantor Berita Saudi (SPA) melaporkan kapal Encelia memang terkena serangan, namun dikatakan bahwa seluruh awak kapal berada dalam kondisi selamat.

Selat Bab al-Mandeb yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden merupakan salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia, terutama bagi distribusi minyak global. Selat yang berada di antara Yaman di sisi timur laut serta Djibouti dan Eritrea di kawasan Tanduk Afrika itu memiliki lebar sekitar 29 kilometer pada titik tersempitnya, sehingga lalu lintas pelayaran terkonsentrasi pada dua jalur utama menuju Terusan Suez.

Pada 2024, sekitar 4,1 miliar barel minyak mentah dan produk minyak olahan melintasi Selat Bab al-Mandeb, atau sekitar 5% dari total perdagangan minyak dunia.
(metrotvnews.com)

[post-views]
Selaras