Media Utama Terpercaya

31 Juli 2026, 11:03
Search

Ditetapkan Jadi Warisan Dunia UNESCO yang Terancam, Situs Kuno Sebastia Palestina Memicu Protes Israel

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Sebastia
Situs Kuno Sebastia ditetapkan jadi warisan dunia UNESCO yang Terancam [Foto: Le Monde]

Palestina, mu4.co.id – UNESCO resmi memasukkan Sebastia, situs arkeologi kuno di Tepi Barat yang diduduki Israel, ke dalam daftar Warisan Dunia sekaligus Warisan Dunia yang Terancam. Para pejabat Palestina menyambut hangat keputusan ini dengan harapan dapat melindungi kawasan bersejarah tersebut dari ekspansi Israel. Di sisi lain, Israel mengecam keputusan tersebut dan menganggapnya bermuatan politik.

Situs bersejarah yang diperkirakan berusia lebih dari 3.000 tahun ini memuat jejak berbagai peradaban besar—mulai dari Kanaan, Romawi, Bizantium, hingga Islam—serta diyakini menyimpan makam Nabi Yahya Alaihissalam. Bagi warga lokal, situs ini juga menjadi sumber penghidupan utama dari sektor pariwisata.

Terkait hal itu, otoritas Israel berencana menyita sekitar 180 hektare lahan di sekitar kawasan arkeologi dengan alasan konservasi dan pengembangan, yang mengancam mata pencaharian warga lokal.

Palestina menyoroti rancangan undang-undang baru Israel yang berpotensi menghapus kewenangan Otoritas Palestina atas situs arkeologi di Tepi Barat yang sebelumnya diatur dalam Perjanjian Oslo 1990-an.

Menteri Pariwisata dan Purbakala Palestina, Hani al-Hayek, menjelaskan bahwa komite menilai Sebastia memiliki urutan sejarah dan perkembangan perkotaan yang unik selama lebih dari 2.000 tahun. Status “Terancam” diberikan akibat risiko penyitaan tanah, perubahan karakter situs, dan pembatasan konservasi oleh pendudukan Israel.

Baca juga: Sejak 1967 Silam, Akhirnya Majelis Umum PPB Serukan Akhiri Pendudukan Israel Terhadap Palestina

Terkait keputusan ini, Wakil Wali Kota Sebastia, Nizar Kayed, mengatakan keputusan UNESCO menjadi harapan baru bagi pelestarian kota kuno yang telah berdiri selama lebih dari 3.000 tahun tersebut.

“Keputusan ini diambil setelah perintah penyitaan yang dikeluarkan oleh otoritas pendudukan Israel, yang menghancurkan daerah ini dari sudut pandang budaya dan sejarah, serta menghancurkan mata pencaharian masyarakat. Ini adalah bagian dari proyek perluasan permukiman di daerah ini,” kata Kayed dilansir dari Reuters, Jum’at (31/7).

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Purbakala Palestina, Hani al-Hayek, mengatakan Komite Warisan Dunia UNESCO telah menyetujui nominasi Palestina terhadap Sebastia.

“Dalam keputusannya, komite menegaskan bahwa Sebastia memiliki ciri khas berupa banyaknya lapisan arkeologis dan kejelasan urutan sejarahnya, yang mencerminkan perkembangan berkelanjutan sebuah pusat perkotaan, politik, dan keagamaan selama lebih dari 2.000 tahun,” ujar al-Hayek.

Meski penetapan ini menjadi angin segar bagi upaya pelestarian, status baru dari UNESCO tidak secara otomatis menghentikan kendali atau tindakan Israel di kawasan tersebut, sebagaimana pernah terjadi pada penetapan Kota Tua Hebron pada 2017 lalu.

Sebastia, situs arkeologi kuno di Tepi Barat [Foto: rri]
[post-views]
Selaras