Sana’a, mu4.co.id – Pemimpin kelompok Houthi Yaman, Abdul-Malik al-Houthi, menepis tuduhan Arab Saudi yang menyebut kelompoknya berupaya menyerang Kota Makkah, dalam pidato yang disiarkan oleh Al-Masirah TV yang dikelola Houthi, pada Kamis (17/09/2026).
Mereka mengatakan tuduhan tersebut merupakan “kebohongan”, hingga “rekayasa dan disinformasi” di tengah memanasnya ketegangan dengan Arab Saudi, yang digunakan untuk menggalang dukungan yang lebih luas terhadap apa yang disebutnya sebagai “langkah-langkah militer yang diberlakukan terhadap Yaman.”
Al-Houthi menegaskan, serangan Houthi selama ini menyasar pangkalan militer, pangkalan udara, serta fasilitas minyak Saudi. Mereka bahkan menyebut rakyat Yaman siap mengorbankan hidup dan harta mereka untuk melindungi Makkah dan situs-situs suci umat Islam.
“Sebagai rakyat Yaman, hidup, nyawa, mata pencaharian, harta, dan segala yang kami miliki adalah pengorbanan untuk Makkah,” katanya.
Baca juga: Kian Memanas, Houthi Klaim Serang Kapal Tanker Minyak Arab Saudi di Laut Merah
Sementara itu, sebelumnya koalisi pimpinan Arab Saudi pada Rabu (16/09/2026) mengatakan bahwa Pasukan Pertahanan Udara Kerajaan Arab Saudi mencegat dan menghancurkan drone serangan tersebut di sebelah selatan Makkah sebelum memasuki wilayah udara terbatas di kota suci tersebut, pada Selasa (15/09/2026) malam.
Juru bicara koalisi, Turki al-Malki, menyebut keamanan dua tempat paling suci dalam Islam serta para jemaah sebagai “garis merah” dan mengatakan langkah-langkah yang diperlukan akan diambil sebagai tanggapan.
Ia mengatakan insiden tersebut merupakan upaya kedua yang diduga dilakukan Houthi untuk menargetkan Makkah, menyusul apa yang disebut koalisi tersebut sebagai serangan rudal balistik pada 27 Juli 2017.
Saling tuding tersebut terjadi di tengah meluasnya konfrontasi, dengan Houthi meraih kemajuan besar di sepanjang pesisir Laut Merah Yaman dan di sekitar Selat Bab al-Mandab yang strategis sejak 3 September, seraya meningkatkan serangan rudal dan drone terhadap fasilitas militer dan minyak Arab Saudi.
(Antara)















