Banjarmasin, mu4.co.id – Kelangkaan elpiji subsidi 3 kg yang disertai kenaikan harga eceran di Banjarmasin dan sekitarnya diduga karena meningkatnya permintaan akibat sebagian pengguna elpiji nonsubsidi beralih ke elpiji subsidi.
Ketua Hiswana Migas Kalimantan Selatan, Hj. Muliana Yuniar, menegaskan kondisi tersebut bukan disebabkan berkurangnya pasokan dari Pertamina. Menurutnya, distribusi elpiji 3 kg ke agen dan pangkalan tetap berjalan normal sesuai alokasi yang ditetapkan.
“Disparitas harganya sangat jauh antara elpiji non subsidi 5,5 kg yang berkisar Rp115.000-Rp125.000 dan elpiji 12 kg seharga Rp205.000-Rp210.000, dibandingkan dengan elpiji 3 kg yang harga eceran tertinggi (HET)-nya hanya Rp18.500 di Kalsel,” jelas Muliana dikutip dari Kalimantan Post, Senin (29/6).
Muliana menduga tingginya permintaan dipicu selisih harga yang cukup jauh antara elpiji subsidi dan nonsubsidi. Selain itu, libur nasional beberapa hari terakhir turut menghambat distribusi sehingga memengaruhi harga di tingkat eceran.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Hiswana Migas Kalsel telah mengusulkan penambahan pasokan elpiji 3 kg kepada Pertamina.
Masyarakat juga diimbau tidak membeli secara berlebihan, sementara warga mampu diminta tidak menggunakan elpiji subsidi. Jika menemukan dugaan pelanggaran di pangkalan, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada Pertamina.
“Kalau ada permainan di pangkalan, silakan dilaporkan ke Pertamina melalui call center 135. Agen atau pangkalan yang terbukti melanggar akan dikenakan sanksi, termasuk skorsing penghentian penyaluran,” ucapnya.
Masyarakat yang membutuhkan informasi mengenai layanan maupun distribusi energi dapat menghubungi Pertamina Call Center 135 yang beroperasi 24 jam, mengirim email ke pcc135@pertamina.com, atau melalui media sosial resmi @pertamina135.
(Kalimantan Post)








![Penyerahan bantuan donasi dari KL LazisMu Banjarmasin. [Foto: mu4.co.id]](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260629-WA00131-300x200.jpg)





