Media Utama Terpercaya

14 Agustus 2026, 20:25
Search

Karhutla di Kalteng Meluas, Pemadaman Lahan Gambut Berlangsung Berhari-hari

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Karhutla di Kalteng Meluas
Karhutla di Kalteng Meluas [Foto: MMC Kalteng]

Palangka Raya, mu4.co.id – Sebagian besar wilayah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) alami kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Upaya pemadaman dilakukan hingga berhari-hari lantaran karakteristik tanah yang terbakar merupakan lahan gambut.

“Tim gabungan terus berupaya mencegah api meluas ke permukiman maupun kawasan lain yang berpotensi terdampak,” ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalteng, Ahmad Toyib, Rabu (12/08/2026).

Pihaknya merincikan, di Kota Palangka Raya, penanganan karhutla masih dilakukan terutama di wilayah Jekan Raya dan Bukit Tunggal. Di Jalan Tegal Sari, luas area terbakar mencapai sekitar 4,29 hektare, dengan 0,92 hektare di antaranya telah berhasil dipadamkan. Toyib menyebut tim masih melakukan pemadaman, penyekatan, dan pendinginan.

“Di Kabupaten Kotawaringin Timur, kebakaran di Baamang Hulu seluas sekitar 28 hektare dan di Jalan Tjilik Riwut Km 7 seluas sekitar 15 hektare masih dalam penanganan. Kendala utama petugas di lapangan adalah keterbatasan sumber air,” bebernya.

Baca juga: Kalteng Diselimuti Asap Karhutla, Status Karhutla Naik Jadi Tanggap Darurat

Tak hanya itu, penanganan juga berlangsung di Kabupaten Barito Selatan, Kapuas, Katingan, dan Pulang Pisau. Sebagian besar titik karhutla di Barito Selatan telah padam, namun kebakaran sekitar 10 hektare di Desa Kalahien masih ditangani.

“Di Kapuas dan Katingan, beberapa titik masih dalam proses pemadaman akibat kendala akses dan kondisi medan. Sementara karhutla di kawasan gambut Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, belum sepenuhnya padam,” ujarnya.

Di wilayah Tanjung Taruna, tim gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, MPA, Barisan Pemadam Kebakaran (BPK), BPBD, dan unsur terkait lainnya juga terus melakukan pembasahan dan pemadaman. “Sekitar 0,8 hektare lahan di Jalan Tanjung Taruna masih mengeluarkan asap, sedangkan kebakaran sekitar 0,3 hektare di Jalan Rahmat hingga Satu Atap juga belum sepenuhnya padam,” tuturnya.

Adapun berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hingga 11 Agustus 2026 tercatat sebanyak 645 hotspot di wilayah Kalimantan Tengah. “Konsentrasi hotspot tertinggi berada di Kabupaten Kotawaringin Timur dengan 189 titik dan Kabupaten Kapuas sebanyak 114 titik,” pungkas Toyib.
(kompas.com)

[post-views]
Selaras