Gaza, mu4.co.id – Menteri Luar Negeri Indonesia bersama Arab Saudi, Mesir, Yordania, Pakistan, Turki, Qatar, dan Uni Emirat Arab mengecam penolakan Israel terhadap peta jalan untuk menerapkan rencana perdamaian Gaza yang diusulkan Presiden AS Donald Trump.
Dilansir dari Detik News pada Selasa (18/8), mereka menilai sikap Israel dapat menghambat upaya mewujudkan perdamaian yang adil dan berkelanjutan, termasuk pembentukan negara Palestina.
Rencana Trump yang diumumkan bulan lalu mencakup penghentian operasi militer di Gaza, pelucutan senjata Hamas, penarikan pasukan Israel, serta pembangunan kembali Gaza di bawah pemerintahan sipil Palestina.
Baca Juga: Perang Belum Usai, Sudah 3 Tahun Warga Gaza Tak Bisa Tunaikan Ibadan Haji dan Kurban
Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tetap menolak rencana tersebut meski mendapat jaminan bahwa pasukan Israel tidak harus ditarik sebelum Hamas sepenuhnya melucuti senjata.
Hamas menyatakan menyetujui rencana perdamaian tersebut untuk mencegah konflik kembali pecah. Namun, kelompok itu menegaskan pelaksanaannya bergantung pada Israel yang memenuhi komitmennya, termasuk menarik pasukan dan menghentikan serangan.
Pada Ahad (16/8), pemimpin Hamas bertemu utusan Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner, di Mesir untuk membahas implementasi rencana tersebut. Hamas kembali menegaskan komitmennya, sementara Jared Kushner mendorong perlucutan senjata dan penghentian peran Hamas dalam pemerintahan Gaza.
Sebelumnya, delegasi Hamas yang dipimpin Khalil al-Hayya juga bertemu kepala intelijen Mesir untuk membahas langkah penerapan rencana pascaperang di Gaza.
(Detik News)












