Mekkah, mu4.co.id – Arab Saudi mulai memanfaatkan teknologi drone untuk mendistribusikan obat-obatan dan logistik medis selama musim haji 2026. Hal ini sebagai bagian penguatan sistem layanan kesehatan Saudi dalam menghadapi jutaan jemaah haji yang datang dari berbagai negara.
Inovasi itu akan dioperasikan di sejumlah titik utama pelaksanaan ibadah haji, hingga wilayah puncak haji. Teknologi tersebut diklaim mampu memangkas waktu pengiriman kebutuhan medis dari 90 menit menjadi hanya 6 menit di kawasan suci.
Program distribusi medis berbasis drone itu dijalankan melalui kerja sama antara Makkah Health Cluster dan National Unified Procurement Company (NUPCO), yang akan mengatur rantai pasok dan distribusi kebutuhan medis ke rumah sakit maupun pusat layanan kesehatan di kawasan suci. Distribusi dilakukan berdasarkan data kebutuhan dari fasilitas kesehatan dan dikirim langsung menuju rumah sakit atau pusat layanan primer di area haji.
Baca juga: Tingkatkan Layanan Haji 2026, Arab Saudi Pasang 74 Eskalator di Mina
Menteri Kesehatan Arab Saudi, Fahad Al-Jalajel mengatakan penggunaan drone medis merupakan hasil pengembangan dan uji coba selama dua tahun terakhir, mulai dari keamanan lepas landas dan pendaratan hingga kemampuan drone beroperasi di tengah cuaca panas ekstrem kawasan haji. Drone juga dilengkapi sistem pendingin untuk menjaga stabilitas suhu obat dan logistik medis sensitif selama proses pengiriman.
“Teknologi modern ini bertujuan untuk mengirimkan obat-obatan dalam skala besar selama musim Haji sekaligus mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk mengirimkan perlengkapan medis menjadi hanya enam menit, dibandingkan dengan 90 menit menggunakan transportasi darat,” ujar Al-Jalajel.
Di samping itu, Pemerintah Saudi juga memastikan seluruh kawasan suci telah didukung jaringan 5G penuh guna menunjang operasional drone dan layanan digital selama musim haji berlangsung. Pihaknya menyebut penggunaan drone untuk distribusi medis darurat dalam pengelolaan kesehatan jemaah berskala besar merupakan yang pertama di dunia.
Dengan estimasi sekitar 1,5 juta jemaah dari luar Arab Saudi akan datang pada musim haji 2026, percepatan distribusi logistik medis dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan jemaah selama berada di Tanah Suci.
(himpuh.or.id)












