Media Utama Terpercaya

15 September 2026, 22:03
Search

Dua Hari Menanti, Mukhyar Masih Belum Temukan 8 Anggota Keluarganya Korban Kapal KM Virgo Transport 8

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
KM Virgo Transport 8
Mukhyar Masih Belum Temukan 8 Anggota Keluarganya Korban Kapal KM Virgo Transport 8 [Foto: WhatsApp Grup]

Banjarmasin, mu4.co.id – Mukhyar, Warga Margasari, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, masih menanti kepastian nasib 8 anggota keluarganya yang hingga kini belum ditemukan akibat insiden tenggelamnya kapal penumpang KM Virgo Transport 8 rute Surabaya-Banjarmasin, Ahad (13/09/2026) lalu.

Mukhyar bertahan di posko Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, sudah dua hari untuk terus memantau perkembangan proses pencarian oleh tim gabungan, dengan diselimuti kesedihan dan kecemasan mendalam.

​”Saya sudah dua hari di sini menunggu kabar terbaru. Apakah yang 8 orang ini ada, ketemu dalam pencarian hari ini. Nama-nama mereka terdaftar di manifes keberangkatan, tapi sampai sekarang belum ada kabar ditemukan,” ujar Mukhyar, Senin (14/09/2026).

Ia menyebut anggota keluarganya tersebut baru pertama kali berlayar menggunakan kapal laut. Mereka berlayar menuju Banjarmasin usai melakukan perjalanan ziarah Wali Songo di Pulau Jawa.

Baca juga: Update Evakuasi Korban KM Virgo Transport 8, Sebanyak 114 Korban Berhasil Ditemukan, Ini Rinciannya!

Terkait dengan insiden tersebut, Mukhyar sangat menyayangkan operasional dan sistem peringatan dini (warning system) dari pihak pengelola pelayaran yang dinilainya lalai dan lambat dalam mengantisipasi cuaca buruk.​ Ia menduga kuat para korban masih terjebak di dalam kabin atau lambung kapal yang terbalik karena tidak sempat menyelamatkan diri saat insiden terjadi.

​”Kami sangat menilai pelayanannya lalai. Sistem peringatan tidak memberitahukan penumpang saat kondisi cuaca buruk mulai terjadi sekitar pukul 10.30 malam. Penumpang seolah dibiarkan tidur lelap. Pas insiden kapal miring sekitar jam 02.00 dini hari, saudara-saudara saya yang ada di dalam kamar kemungkinan besar tidak tahu apa-apa,” ungkapnya.

Di samping itu, Mukhyar juga menyoroti aspek keselamatan pelayaran terkait batas muatan kapal penumpang. Menurutnya pemerintah dan otoritas memperketat aturan muatan barang di kapal penumpang. ​”Harapan saya ke depan, jangan ada lagi muatan truk di atas 30 ton di dalam kapal penumpang. Itu sangat berisiko bagi keselamatan setiap penumpang yang ada di dalamnya,” tegasnya.

​Ia pun meminta tim Basarnas, Kepolisian, dan pemerintah bertindak cepat dalam proses pencarian serta mengusut tuntas dugaan kelalaian pihak pengelola pelayaran. ​”Harapan saya tim di lapangan lebih tanggap. Kalau memang ada unsur kelalaian dari pihak pelayaran, saya berharap ditindak tegas. Ke mana lagi kami berharap selain kepada pemerintah yang bertugas melindungi masyarakat,” pungkas Mukhyar.
(tilikbanua.com)

[post-views]
Selaras