Arab Saudi, mu4.co.id – Menteri Haji dan Umrah RI, Moch Irfan Yusuf, menyatakan evaluasi penyelenggaraan haji 2026 akan difokuskan pada pelayanan jemaah di Mina dan penguatan istithaah kesehatan.
Meski pelaksanaan haji tahun ini dinilai berjalan cukup baik, masih ada sejumlah aspek yang perlu diperbaiki, terutama kondisi di Mina yang masih menghadapi tantangan akibat keterbatasan ruang disaat terus bertambahnya jumlah jemaah.
Baca Juga: 1,7 Juta Jemaah Tunaikan Haji 2026. Ini Keterangannya!
“Jujur untuk Mina kemarin saya jauh dari puas, sehingga tahun depan harus kami cermati lagi bagaimana pergerakan di Mina,” ucap Menhaj Irfan dikutip dari laman Kemenhaj, Senin (1/6).
Menhaj juga menekankan pentingnya penguatan standar istithaah kesehatan. Meski jumlah jemaah wafat tahun ini turun hampir 50 persen dibanding musim haji sebelumnya, masih ada jemaah yang setibanya di Arab Saudi langsung memerlukan perawatan rumah sakit.
Karena hal tersebut, ia menegaskan kondisi kesehatan harus menjadi pertimbangan utama dalam persiapan haji, bukan semata faktor usia.
Baca Juga: Hingga Pascapuncak Haji 2026, Tercatat 3 Jemaah Embarkasi Banjarmasin Wafat di Tanah Suci
“Kami tidak bicara usia, tapi bicara kesehatan. Tahun ini ada yang usianya lebih dari 100 tahun dan tetap bisa berangkat karena sehat,” ucapnya.
Untuk mendukung hal tersebut, Kemenhaj akan mendorong pembinaan kesehatan jemaah dilakukan sejak jauh hari sebelum keberangkatan.
Sejumlah daerah bahkan telah mulai mengumpulkan calon jemaah haji tahun berikutnya untuk mengikuti manasik sekaligus edukasi kesehatan sebagai persiapan menghadapi ibadah haji.
(Kemenhaj)













![International Society of Pneumonia and Pneumococcal Diseases [ISPPD] 2026](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260601-WA0005-300x169.jpg)

