Media Utama Terpercaya

12 Mei 2026, 14:20
Search

Dosen ULM Jadi Wakil Tunggal Indonesia di Kongres Keperawatan Dunia di Kanada. Ini Isi Presentasinya!

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Ns. Hamka, M.Kep., RN., WOC[ET]N
Ns. Hamka, M.Kep., RN., WOC[ET]N. [Foto: Radar Banjarmasin]

Kanada, mu4.co.id – Dosen Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Lambung Mangkurat, Ns. Hamka, M.Kep., RN., WOC(ET)N, menjadi satu-satunya wakil Indonesia dalam ajang World Council of Enterostomal Therapists–Nurses Specialized in Wound, Ostomy and Continence Canada (WCET–NSWOCC) 2026 Joint Congress di Vancouver, Kanada, pada 24–28 April 2026.

Pria asal Banjarbaru itu juga terpilih sebagai satu dari 13 perawat terbaik dunia penerima beasiswa Norma N. Gill Foundation (NNGF) Scholarship

Dalam forum internasional tersebut, Hamka mempresentasikan riset tentang “Integrating Faith, Culture, and Care: The Banjar Experience in Amputation Prevention Using Ambaratan Leaf Healing” atau pencegahan amputasi berbasis kearifan lokal Banjar melalui pemanfaatan daun ambaratan.

Daun Ambaratan atau Babadoran. [Foto: Hello Sehat]

Dalam presentasinya, Hamka memperkenalkan manfaat daun ambaratan, tanaman endemik Kalimantan yang secara turun-temurun dimanfaatkan masyarakat Banjar untuk membantu penyembuhan luka diabetes dan mencegah amputasi.

Baca Juga: ULM Kini Resmi Kantongi Lisensi IELTS, Pertama di Kalsel!

“Ini bukan hanya kebanggaan pribadi, tapi kebanggaan ULM, Kalimantan, dan seluruh perawat Indonesia,” kata Ners Hamka dikutip dari Radar Banjarmasin, Selasa (12/5).

Hamka menunjukkan bahwa solusi kesehatan global dapat lahir dari kearifan lokal dan budaya. Kepercayaan internasional terhadap pendiri NCI Centre Indonesia itu semakin kuat setelah ditunjuk sebagai International Delegate Indonesia.

Baca Juga: ULM Kembali Menorehkan Prestasi! 3 Program Studi Meraih Predikat Akreditasi Unggul. Apa Saja?

Dalam pembukaan acara, ia membawa Bendera Merah Putih pada sesi Parade of Nations bersama delegasi dari puluhan negara dan turut memiliki hak suara dalam voting program kerja Presiden WCET yang diikuti 33 negara. Prestasi tersebut juga mendapat apresiasi penuh dari pimpinan Universitas Lambung Mangkurat.

Prestasi tersebut dinilai memperkuat visi ULM sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan berbasis lingkungan lahan basah berdaya saing global.

Hamka juga memiliki rekam jejak internasional yang kuat, termasuk aktif mengelola enam cabang NCI Centre di Indonesia dan menjadi penulis International Ostomy Guideline edisi kedua tahun 2021.

Hamka dan perwakilan beberapa negara dalam forum WCET–NSWOCC 2026 Joint Congress. [Foto: Radar Banjarmasin]

(Radar Banjarmasin)

[post-views]
Selaras