Media Utama Terpercaya

9 Mei 2026, 17:16
Search

Ditjenpas Targetkan 36 Dapur Makan Bergizi Gratis di Lapas Beroperasi Akhir Mei 2026

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Dapur Makan Bergizi Gratis di Lapas
Ilustrasi. [Foto: AI, mu4.co.id]

Jakarta, mu4.co.id – Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Mashudi, menyebut 36 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibangun di lahan lembaga pemasyarakatan ditargetkan mulai beroperasi pada akhir Mei 2026.

Ditjenpas sendiri telah menyiapkan 70 titik lokasi dapur MBG, namun baru 36 yang disetujui dan dibangun tahun ini. Dapur tersebut dibangun di area lapas, baik di dalam maupun luar lingkungan pemasyarakatan, dengan biaya sewa lahan dari Badan Gizi Nasional masuk sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Ditjenpas juga melibatkan warga binaan sebagai pekerja dapur MBG. Dari 46 pekerja di setiap dapur, 20 di antaranya merupakan warga binaan yang telah melalui seleksi, asesmen, dan pemeriksaan kesehatan.

Baca Juga: Kampus Diminta Miliki Dapur MBG. Begini Tanggapan Rektor UI!

“Nanti pekerjanya itu ada 46 orang, dari 26 yang profesional, yang 20 dari warga binaan yang sudah diasesmen bisa bekerja di dapur untuk melayani MBG,” jelas Mashudi dikutip dari Tempo, Sabtu (9/5).

Mashudi menyebut pembangunan dapur MBG saat ini telah mencapai 90 persen. Lokasinya tersebar di berbagai daerah, termasuk Sumatera, Sulawesi, Kalimantan Selatan, dan Bengkulu.

Salah satu dapur MBG yang sudah beroperasi berada di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin dan dijadikan proyek percontohan. Sementara dapur MBG di Lembaga Pemasyarakatan Batulicin dan Lembaga Pemasyarakatan Bengkulu masih dalam tahap pembangunan.

Baca Juga: OJK Respons Isu Saldo Negara dan Dana Bank Himbara untuk MBG. Ini Katanya!

Sebelumnya, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menyatakan dukungan terhadap program MBG dengan memanfaatkan dapur lapas dan rutan yang telah memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan. 

Saat ini, terdapat 469 dapur lapas dan rutan bersertifikat laik higienis serta 754 warga binaan yang telah mengikuti pelatihan penyelenggaraan makanan.

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menyebut kerjasama dilakukan karena lapas memiliki fasilitas memadai dan dekat dengan masyarakat.

(Tempo)

[post-views]
Selaras