Media Utama Terpercaya

7 Mei 2026, 23:14
Search

Kampus Diminta Miliki Dapur MBG. Begini Tanggapan Rektor UI!

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Wacana SPPG di kampus
Wacana SPPG di kampus. [Foto: AI/mu4.co.id]

Jakarta, mu4.co.id – Wacana menghadirkan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di setiap perguruan tinggi mulai menuai tanggapan dari kalangan kampus. Universitas Indonesia (UI) menilai gagasan tersebut perlu dikaji secara matang agar tidak mengganggu fungsi utama perguruan tinggi sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Rektor Universitas Indonesia, Heri Hermansyah, mengatakan pelaksanaan program dapur MBG tidak bisa diputuskan secara sederhana karena menyangkut banyak aspek teknis dan operasional.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki mandat utama di bidang pendidikan, riset, inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat. Karena itu, program tambahan di luar fungsi inti kampus harus dipertimbangkan dengan hati-hati.

Heri menjelaskan, jika nantinya program MBG dijalankan di lingkungan kampus, pelaksanaannya lebih tepat dilakukan melalui unit usaha milik universitas yang memang memiliki kapasitas dan pengalaman dalam pengelolaan layanan makanan.

Baca juga: Kampus Diminta Bangun Dapur MBG, Kepala BGN: Ini Peluang Besar!

Ia mencontohkan UI memiliki sejumlah unit usaha, termasuk fasilitas penginapan yang telah dilengkapi dapur profesional untuk melayani kebutuhan tamu.

Menurutnya, unit usaha seperti itulah yang dinilai lebih relevan apabila nantinya dilibatkan dalam pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Universitas itu kan kita memiliki banyak unit usaha. Ada yang punya hotel misalnya. Misalnya kita UI punya Wisma Makara. Di dalam Wisma Makara itu ada dapur yang sudah biasa melayani masakan dan lain-lain untuk tamu hotel dan lain-lain,” ujarnya dilansir dari Tribunnews, Kamis (7/5).

“Nah seandainya nanti ada MBG pun, SPPG ya, ini perlu dikaji terlebih dahulu ya. Tentunya bukan di universitasnya, tetapi di unit usahanya yang lebih relevan,” tambahnya.

Baca juga: OJK Respons Isu Saldo Negara dan Dana Bank Himbara untuk MBG. Ini Katanya!

Dengan skema tersebut, kata Heri, universitas tetap dapat berkontribusi mendukung program pemerintah tanpa menggeser tugas utama institusi akademik.

Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana mendorong setiap perguruan tinggi memiliki minimal satu dapur MBG atau SPPG.

Dalam forum perguruan tinggi, Dadan menyampaikan bahwa kampus dinilai memiliki sumber daya dan kapasitas untuk menjadi bagian dari solusi pemenuhan gizi masyarakat berbasis ilmu pengetahuan.

Ia juga berharap kebutuhan bahan pangan untuk dapur MBG nantinya dapat dipasok dari lingkungan civitas akademika sendiri sehingga menciptakan ekosistem yang saling mendukung di dalam kampus.

(Tribunnews)

[post-views]
Selaras