Media Utama Terpercaya

26 Mei 2026, 11:30
Search

Dishub Kalsel Ubah Pola Operasional BRT Banjarbakula. Simak Perubahannya!

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
BRT banjarbakula
Ilustrasi BRT Banjarbakula. [Foto: AI/mu4.co.id]

Banjarbaru, mu4.co.id – Dinas Perhubungan Kalimantan Selatan (Dishub Kalsel) mengubah pola operasional Bus Rapid Transit (BRT) Banjarbakula setelah rencana pengelolaan melalui skema Buy The Service (BTS) belum dapat diterapkan pada 2026.

Kepala Dishub Kalsel M Fitri Hernadi menjelaskan, penerapan BTS semula disiapkan agar operasional BRT dikelola pihak ketiga guna meningkatkan kualitas pelayanan. Namun, pelaksanaannya masih terkendala sejumlah aturan terkait aset, tarif, sistem sewa, hingga pemeliharaan armada.

“Rencana awalnya armada BRT ini dikelola secara BTS atau Buy The Service. Jadi operasional diserahkan kepada pihak ketiga supaya standar pelayanan lebih terjamin. Namun dalam perjalanan, ternyata ada beberapa aturan yang masih rancu terkait aset, sewa, tarif, hingga pemeliharaan armada,” ujarnya dilansir dari redaksi8, Ahad (24/5).

Baca juga: BRT Banjarbakula Rute Banjarmasin-Banjarbaru Dihentikan Sementara, Kenapa?

Sebagai solusi sementara, Dishub Kalsel kembali menggunakan pola operasional lama sambil menyiapkan layanan shuttle khusus kawasan perkantoran yang ditargetkan mulai berjalan pada pertengahan 2026.

Pada tahap awal, layanan shuttle akan diuji coba menggunakan tiga armada yang melayani kawasan perkantoran di Banjarbaru dan Banjarmasin.

Selain itu, Dishub juga melakukan pengaturan ulang rute agar layanan lebih efektif dan mampu menjangkau lebih banyak penumpang.

Beberapa armada yang sebelumnya beroperasi di kawasan Pal 6 direncanakan dialihkan ke Belitung, lalu melayani rute menuju Km 0 hingga Banjarbaru melalui Jalan Trikora.

Baca juga: Bus Trans Banjarbakula Gratiskan Tarif Selama 5 Hari. Simak Selengkapnya!

Dishub Kalsel juga tengah mencari lokasi pool baru di Banjarbaru guna memperkuat layanan transportasi dari arah Banjarmasin maupun sebaliknya.

Sementara untuk mengatasi kepadatan penumpang pada jam sibuk, operator diminta menyediakan bus listrik berkapasitas besar sebagai pengganti beberapa armada kecil.

“Kami bukan membeli bus baru ya, sekalian mengklarifikasi bahwa polanya adalah meminta operator agar menyediakan bus listrik kapasitas besar agar bisa mengganti peran 2 atau 3 bus kapasitas 25 penumpang, pada saat jam sibuk. Jadi nantinya ada bus listrik berkapasitas besar yang beroperasi pada jam-jam tertentu,” tandas Fitri.

(redaksi8)

[post-views]
Selaras