Makkah, mu4.co.id – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus mengintensifkan edukasi kepada jemaah haji Indonesia agar menjaga kondisi fisik menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Langkah ini dilakukan menyusul suhu panas di Makkah yang dalam beberapa hari terakhir dilaporkan menembus lebih dari 40 derajat Celsius.
PPIH mengimbau jemaah, terutama lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas, untuk tidak memaksakan diri beribadah ke Masjidil Haram saat kondisi padat maupun cuaca ekstrem. Sebagai alternatif, jemaah dianjurkan memanfaatkan musala hotel dan masjid di sekitar penginapan guna menghemat tenaga.
Kepala Bidang Bimbingan Ibadah Daker Makkah PPIH Arab Saudi, Abdillah M. Thohir, mengatakan ketahanan fisik menjadi faktor utama agar jemaah dapat menjalani rangkaian ibadah wajib dengan optimal, khususnya saat wukuf di Padang Arafah.
“Tidak perlu memaksakan diri ke Masjidil Haram di waktu-waktu padat. Gunakan fasilitas masjid di sekitar hotel, termasuk musala yang kami siapkan di penginapan, dalam rangka menjaga ketahanan fisik jemaah haji,” ujarnya saat mengisi kegiatan Visitasi dan Edukasi di Hotel Al-Hidayah wilayah Aziziah, Makkah, Minggu (10/5), dilansir dari laman resmi Kemenhaj, Jum’at (15/5).
Baca juga: Panas Ekstrem di Tanah Suci, Ini Tips Dokter Agar Jemaah Haji Tetap Fit!
Ia juga mengingatkan jemaah yang baru tiba dari Jeddah agar beristirahat terlebih dahulu sebelum melaksanakan umrah wajib dan tidak berlebihan menjalankan ibadah sunnah pada hari-hari awal di Tanah Suci.
“Kami mengimbau agar jemaah haji tidak memforsir diri. Tujuan utama Bapak dan Ibu hadir di sini adalah untuk melaksanakan wukuf di Padang Arafah. Silakan beribadah sunah, namun jangan sampai kelelahan sehingga saat pelaksanaan wajibnya fisik tetap terjaga dengan baik,” tambahnya.
Menurut Abdillah, edukasi terus dilakukan secara terpadu bersama sektor kesehatan, layanan lansia dan disabilitas, hingga pembimbing ibadah untuk memastikan kesiapan fisik maupun pemahaman manasik seluruh jemaah.
Sementara itu, Pelaksana Bimbingan Ibadah Daker Makkah PPIH Arab Saudi, Abdul Aziz Siswanto, menegaskan bahwa menjaga keselamatan jiwa atau hifzun nafs harus menjadi prioritas utama selama berhaji.Ia memahami keinginan jemaah untuk memperbanyak ibadah di Masjidil Haram, namun kondisi kesehatan tetap harus menjadi pertimbangan utama di tengah cuaca panas ekstrem.
Baca juga: Ombudsman Kalsel Tinjau Layanan Haji Ramah Lansia dan Disabilitas di Embarkasi Banjarmasin!
“Jika kondisi tubuh tidak memungkinkan, cukup salat berjamaah di musala hotel. Seluruh wilayah Tanah Haram memiliki keutamaan, di mana pahala salat dilipatgandakan hingga 100 ribu kali,” ucap Siswanto saat visitasi di wilayah Syisyah Raudhah, dilansir dari babelinsight.id, Jum’at (15/5).
Menurutnya, ibadah tidak boleh dijalankan dengan memaksakan kemampuan fisik hingga berisiko mengganggu kesehatan menjelang Armuzna.
Hal senada juga disampaikan Kepala Seksi Bimbingan Ibadah dan KBIHU Daker Makkah PPIH Arab Saudi, Erti Herlina. Ia menilai faktor kesehatan, keamanan, dan akses perjalanan perlu menjadi perhatian jemaah saat beraktivitas di luar hotel.
“Ibadah tidak hanya soal pemahaman, tetapi juga harus mempertimbangkan kesehatan, keamanan, dan akses perjalanan,” jelasnya.
PPIH berharap dengan pengaturan aktivitas ibadah dan penghematan tenaga sejak dini, seluruh jemaah Indonesia dapat menjalani puncak ibadah haji dalam kondisi sehat dan optimal.
(Kemenhaj, detik, babelinsight.id)













