Media Utama Terpercaya

22 Oktober 2026, 23:04
Search

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Warga Diminta Ikuti Arahan Petugas!

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Erupsi Gunung Anak Krakatau
Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi [Foto: ESDM]

Lampung, mu4.co.id – Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Lampung Selatan, kembali mengalami erupsi pada Rabu (21/10/2026) siang.

Kolom abu berwarna hitam membubung hingga 500 meter di atas puncak dengan intensitas tebal dan mengarah ke barat laut. Berdasarkan laporan MAGMA Indonesia, erupsi terjadi pada pukul 11.45 WIB dan masih berlangsung saat laporan dibuat. Tidak terdengar suara dentuman dalam kejadian tersebut.

Sehari sebelumnya, Selasa (20/10/2026), Gunung Anak Krakatau juga mengalami erupsi pada pukul 12.28 WIB. Namun, tinggi kolom erupsi saat itu tidak teramati. Erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 44 milimeter dan durasi sekitar 28 detik.

“Benar, Anak Krakatau kembali mengalami erupsi pada Rabu siang. Sehari sebelumnya juga terjadi erupsi. Pada kejadian hari ini, kolom erupsi teramati mencapai sekitar 500 meter di atas puncak dengan abu berwarna hitam dan intensitas tebal,” kata Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Suwarno, Rabu (21/10/2026).

Baca juga: Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, Warga Dilarang Beraktivitas dalam Radius 5 Km

Sementara itu, pada Rabu pukul 06.00–12.00 WIB laporan pengamatan mencatat satu kejadian letusan dengan amplitudo 70 milimeter dan durasi 610 detik atau sekitar 10 menit 10 detik. Dalam periode yang sama, petugas juga merekam tiga gempa frekuensi rendah, 17 gempa hybrid atau fase banyak, satu gempa vulkanik dangkal, serta tremor menerus dengan amplitudo 1–21 milimeter dan amplitudo dominan 5 milimeter.

Secara visual, asap kawah teramati berwarna putih, kelabu, hingga hitam dengan intensitas tipis sampai tebal. Ketinggiannya berkisar 5–500 meter di atas puncak kawah. Pada pengamatan pagi hari, kondisi gunung sempat tertutup kabut. Laporan juga menyebut CCTV Tanjung tidak aktif pada malam hari, sedangkan CCTV Lava93 tertutup abu vulkanik.

Saat ini, Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga. Masyarakat dan wisatawan pun diminta mematuhi rekomendasi keselamatan yang ditetapkan petugas. “Masyarakat dan wisatawan diimbau tidak memasuki radius 5 kilometer dari pusat erupsi serta mematuhi rekomendasi yang telah dikeluarkan petugas,” ujar Suwarno.

Selain itu, warga juga diimbau tetap beraktivitas seperti biasa dengan mengikuti arahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Informasi terbaru mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau dapat dipantau melalui kanal resmi MAGMA Indonesia dan PVMBG.
(kompas.com)

[post-views]
Selaras