Banjarmasin, mu4.co.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai berdampak pada sektor transportasi laut. Setelah tiket pesawat mengalami penyesuaian tarif, kini harga tiket kapal laut untuk penumpang maupun kendaraan bermotor juga ikut mengalami kenaikan.
Penyesuaian tarif tersebut mulai diberlakukan sejak 10 Mei 2026 oleh Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Banjarmasin dengan rata-rata kenaikan sekitar lima persen.
Manager Cabang DLU Banjarmasin, Anton Wahyudi, mengatakan perubahan tarif dilakukan sebagai dampak dari meningkatnya biaya operasional, khususnya sektor bahan bakar.
“Ya, ada kenaikan tiket penumpang dan kendaraan bermotor, naiknya 5 persen. Sementara ini tidak ada pengaruh dalam jumlah penumpang, penumpang normal saja, setiap pelayaran antara 150-200 penumpang,” ujarnya dilansir dari Tribunnews, Rabu (13/5).
Baca juga: Dharma Kartika II, Kapal Berfasilitas Mewah Buka Rute Banjarmasin-Surabaya
Meski terjadi kenaikan harga, Anton memastikan kondisi penumpang masih relatif normal dan belum menunjukkan penurunan signifikan. Dalam setiap jadwal pelayaran, jumlah penumpang tercatat berkisar antara 150 hingga 200 orang.
Berdasarkan pantauan terbaru di aplikasi resmi DLU yang dilakukan reporter mu4, Rabu (13/5), tarif kapal dari Banjarmasin ke Surabaya untuk tiket ekonomi dewasa kini menjadi Rp360.000, sementara kelas ekonomi tidur dewasa Rp370.000. Untuk kelas III dipatok Rp450.000 dan kelas II sebesar Rp490.000 per penumpang dewasa.
Sementara itu, tiket kelas I mengalami penyesuaian menjadi Rp530.000. Sedangkan tarif VIP dibanderol Rp580.000 untuk satu tempat tidur dan Rp1.160.000 untuk dua tempat tidur.
Kenaikan juga berlaku untuk angkutan kendaraan. Tarif sepeda motor dengan CC di bawah 250 kini menjadi Rp590.000 bahkan bisa mencapai Rp985.000 untuk CC tertentu, sedangkan mobil pribadi roda empat dikenakan biaya mulai Rp3,25 juta hingga Rp3,95 juta tergantung kapasitas mesin kendaraan.
Baca juga: Indonesia Wacanakan Tarif Kapal di Selat Malaka, Malaysia–Singapura Menolak, Ini Alasannya!
Salah seorang calon penumpang tujuan Surabaya, Hery, menilai kenaikan tarif tersebut masih dalam batas wajar mengingat dipicu naiknya harga BBM.
“Inikan efek kenaikan harga minyak. Ya, kita maklumi saja. Apalagi naiknya untuk jenis kendaraan angkutan cuma Rp200 ribu,” katanya.
Masyarakat berharap kondisi ekonomi dan harga energi dapat kembali stabil sehingga tarif transportasi tidak terus mengalami kenaikan yang berpotensi membebani aktivitas perjalanan maupun distribusi barang.
(Tribunnews, DLU)












