Media Utama Terpercaya

2 Mei 2026, 20:55
Search

Bensin Sawit “Benwit” dari ITS Muncul di Tengah Krisis BBM, Bisakah Kurangi Ketergantungan Energi Fosil?

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Peneliti dari ITS Dr Eng Hosta Ardhyananta ST MSc saat memamparkan proses dan hasil produksi Benwit
Peneliti dari ITS Dr Eng Hosta Ardhyananta ST MSc saat memamparkan proses dan hasil produksi Benwit. [Foto: Institut Teknologi Sepuluh Nopember]

Jakarta, mu4.co.id – Peneliti Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan bensin berbahan sawit dan diberi nama “Benwit”, yang diklaim rendah emisi. Inovasi dari kampus ini hadir di tengah krisis BBM global akibat gejolak geopolitik Timur Tengah. 

Rektor ITS, Bambang Pramujati, menilai temuan tersebut berpotensi membantu pemerintah mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

“Ini kesempatan bagi pemerintah untuk mengembangkan sumber energi alternatif di tengah isu krisis bahan bakar akibat konflik di wilayah Timur Tengah saat ini,” ujar Bambang dikutip dari CNN, Kamis (9/4).

Baca Juga: Pemerintah Janji Tak Naikkan Harga BBM Subsidi, Berapa Lama? Ini Kata Menkeu Purbaya!

Sementara itu, dosen Departemen Teknik Material dan Metalurgi Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Hosta Ardhyananta, menjelaskan bensin sawit dikembangkan dengan metode catalytic cracking untuk memecah molekul CPO menjadi bahan bakar siap pakai.

“Fokus dari inovasi kami ini adalah bagaimana mengonversi minyak mentah kelapa sawit yang padat menjadi produk bensin biogasoline yang siap digunakan,” jelas Hosta.

Bensin nabati yang dihasilkan didominasi hidrokarbon C5–C11 seperti pada bensin komersial. Hosta menyebut inovasi ini menerapkan prinsip zero emission karena residu cairnya masih bisa dimanfaatkan kembali.

Tim Peneliti Benwit dari ITS saat melakukan presentasi proses produksi bensin berbahan baku minyak sawit. [Foto: Institut Teknologi Sepuluh Nopember]

“Karena karakteristiknya yang menyerupai oli atau minyak jelantah, residu cair itu bisa dimanfaatkan kembali sebagai bahan bakar kompor,” ujar Hosta.

Teknologi Benwit kini telah diterapkan pada mesin pertanian untuk melindungi petani dari gejolak harga BBM global. 

Baca Juga: RON 98 Jadi Salah Satu Keunggulan. Berikut Keunggulan BBM Bobibos Lainnya!

Hosta menyebut biogasoline sawit dapat mengurangi ketergantungan petani pada bensin berbasis minyak bumi yang harganya tidak stabil.

Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Fadlilatul Taufany, menambahkan pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian ESDM agar inovasi ini dapat masuk ke skala proyek nasional.

“Minimal dengan adanya inovasi ini akan mengurangi beban Indonesia akan ketergantungan ekspor impor,” kata Fadlilatul.

(CNN)

[post-views]
Selaras