Jakarta, mu4.co.id – Tarif air perpipaan untuk kelompok pelanggan tertentu di Jakarta saat ini sekitar Rp1 per liter, menjadi yang termurah di Indonesia.
Hal itu dikatakan oleh Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin. Ia menyebut tarif murah tersebut berlaku untuk golongan pelanggan bawah yang jumlahnya mencapai sekitar 3,6 juta jiwa penerima layanan PAM Jaya.
“Tarif termurah Indonesia untuk level bawah Rp1 per liter,” ujanya, dilansir dari cnnindonesia.com, Rabu (29/04/2026).
Meski PAM Jaya tengah melakukan berbagai pengembangan jaringan dan pemanfaatan teknologi baru untuk menekan biaya operasional, tarif air murah tetap dipertahankan. Arief menilai, penggunaan teknologi yang lebih efisien justru diarahkan agar beban biaya perusahaan tidak otomatis dibebankan ke masyarakat, melalui kenaikan tarif.
Lebih lanjut, dirinya mengatakan salah satu faktor yang membuat tarif air di Jakarta masih bisa dijaga adalah karena skala ekonomi pelanggan yang besar, sehingga memungkinkan adanya keseimbangan pembiayaan di internal perusahaan.
Saat ini, PAM Jaya mengandalkan skema subsidi silang antargolongan pelanggan untuk menjaga kelompok masyarakat bawah tetap mendapat tarif murah. “Kita cuma perlu mencari solusi pareto yang benar-benar ideal. Supaya cross subsidinya di internal perusahaan bisa terjaga,” katanya.
Menurutnya, strategi subsidi silang tersebut menjadi salah satu cara PAM Jaya menjaga keterjangkauan tarif tanpa mengganggu keberlanjutan operasional perusahaan.
Kini, pihaknya juga tengah mengkaji sejumlah teknologi baru, termasuk sistem perpipaan dari luar negeri, untuk memangkas biaya pembangunan jaringan air bersih agar ekspansi layanan tetap berjalan tanpa memberi tekanan besar pada struktur tarif pelanggan.
nah










![Kegiatan May Day di Halaman Balai Kota Banjarmasin pada Jum’at [1/5]](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/05/IMG_8998-300x198.jpeg)


