Media Utama Terpercaya

4 April 2026, 23:14
Search

Campur Pertalite dan Pertamax Biar Irit, Aman atau Justru Merusak Mesin?

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Mencampur Pertalite dan Pertamax
Mencampur Pertalite dan Pertamax Biar Irit [Foto: Ilustrasi mu4.co.id]

Jakarta, mu4.co.id – Sebagian pengendara sepeda motor mencampur Pertamax (RON 92) dengan Pertalite (RON 90) untuk menghemat pengeluaran tapi tak mengeluarkan kualitas bensin, akibat krisis bahan bakar minyak (BBM) dunia. Lantas apakah hal ini tepat dilakukan?

Pertalite sendiri merupakan produk BBM bensin termurah Pertamina yang memiliki kandungan RON 90, berwarna hijau dan jernih. Bensin ini memiliki tambahan zat additive dan cocok untuk kendaraan konvensional seperti Honda Vario, Honda Beat, maupun Yamaha Mio. Sementara Pertamax adalah produk Pertamina yang memiliki oktan lebih tinggi yakni 92. BBM ini direkomendasikan untuk kendaraan dengan rasio kompresi 9,1 – 10,1, khususnya kendaraan dengan teknologi terkini seperti Electronic Fuel Injection (EFI).

Pertamax mampu menerima tekanan lebih besar dengan mesin yang kompresi tinggi, karena kandungan oktan yang lebih tinggi dibandingkan Pertalite, sehingga pembakaran menjadi jauh lebih optimal. Selain itu, Pertamax juga memiliki tambahan zat aditif bernama EcoSave. Zat ini dapat mencegah kerak di dalam mesin motor, sehingga komponen menjadi terjaga.

Baca juga: Berapa Lama Harga BBM Dipertahankan Tidak Naik? Ini Hitungan Terbaru Analis Energi

Berkaitan hal itu, menurut Dealer motor terbesar Honda di Indonesia, Wahana Honda bahwa mencampurkan Pertalite dan Pertamax bisa menghasilkan efek buruk pada mesin. Bukannya mendapatkan oktan lebih tinggi, pencampuran justru dapat menghilangkan sejumlah fitur tambahan di Pertamax. Contohnya, Pertamax memiliki kandungan yang bisa membersihkan kerak pada mesin, jika dicampur unsur tersebut hilang.

Tak hanya itu, proses pembakaran juga tidak dapat berjalan optimal dan seharusnya, karena kedua bahan yang berbeda akan saling bercampur. Untuk jangka waktu lama, mesin akan mengalami knocking atau ngelitik.

Selain itu, sejumlah kendaraan terbaru bahkan memiliki sensor deteksi bahan bakar canggih. Sensor ini akan mendeteksi jika bahan bakar memiliki kandungan yang tidak seharusnya. Jika ada pencampuran bahan bakar berbeda, indikator tersebut bisa menyala.

Jadi, mencampur kedua produk BBM sangat tidak disarankan karena akan menurunkan performa, bahkan bisa berdampak negatif pada mesin dalam jangka panjang. Namun jika ingin mengganti bahan bakar, usahakan tangki bensin benar-benar kosong terlebih dahulu.
(cnnindonesia.com)

[post-views]
Selaras