Nusantara, mu4.co.id – Jembatan kaca di glamping Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, ramai dikunjungi saat libur Lebaran 2026, Sabtu (21/03/2026).
Menurut petugas, jembatan kaca yang dibuka untuk umum saat libur Lebaran 2026 untuk menikmati pemandangan kawasan IKN dari ketinggian itu telah dikunjungi sekitar 2.773 orang pengunjung.
Pemerintah sengaja membangun fasilitas ini untuk memperlihatkan keharmonisan antara teknologi modern dan kelestarian alam. Struktur jembatan ini membentang sepanjang ratusan meter menghubungkan dua bukit di area inti pusat pemerintahan.
Jembatan Kaca IKN menawarkan pengalaman yang tidak mungkin pengunjung temukan di tempat lain. Saat menginjakkan kaki di atas panel kaca setebal beberapa lapis tersebut, pengunjung akan merasakan sensasi seolah-olah sedang melayang di udara. Di bawah kaki, terdapat hamparan pohon-pohon endemik Kalimantan yang hijau pekat menyuguhkan pemandangan yang menyegarkan mata sekaligus mendebarkan jantung.
Para pengunjung tampak antusias berjalan di atas jembatan transparan sambil mengabadikan momen dengan latar pembangunan ibu kota baru.

Baca juga: Masjid IKN Gelar Salat Idulfitri Perdana, Dihadiri Ribuan Jamaah
Di sisi lain, masyarakat juga berminat untuk mengunjungi Istana Negara IKN. Namun, Otorita IKN menerapkan aturan ketat bagi pengunjung demi menjaga kewibawaan kawasan kepresidenan, diantaranya pengunjung wajib mematuhi standar berbusana yang telah ditetapkan.
“Khusus untuk memasuki kawasan Istana Negara, pengunjung tidak diperkenankan memakai sandal dan wajib bersepatu. Selain itu, dilarang mengenakan celana pendek, kaos oblong, maupun pakaian tanpa lengan,” ujar Juru Bicara Kepala Otorita IKN, Troy Pantouw.
Untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung, Otorita IKN juga menyiagakan 25 pramuwisata terlatih guna mengatur alur kunjungan dan memberikan edukasi kepada masyarakat. Sebagian besar pemandu tersebut bahkan telah mengantongi sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
“Kehadiran pemandu menjadi penting agar masyarakat tidak hanya melihat bangunan, tetapi juga memahami perkembangan peradaban baru Indonesia secara utuh,” tambah Troy.
Selain Istana Negara, pengunjung juga dapat menjelajahi berbagai destinasi lain di sekitar KIPP, seperti Plaza Seremoni, Embung MBH, Taman Kusuma Bangsa, hingga Masjid Negara. Kawasan ini dirancang tidak hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga ruang edukasi publik terkait pembangunan masa depan Indonesia.
Dengan kombinasi antara destinasi wisata modern seperti jembatan kaca dan kawasan pemerintahan yang terbuka secara terbatas, IKN menawarkan pengalaman wisata Lebaran yang berbeda, sekaligus edukatif bagi masyarakat.
(detik.com, staimadina.ac.id, konstruksimedia.com)















