Media Utama Terpercaya

25 April 2026, 01:46
Search

Minimnya Agenda Pariwisata, Kunjungan Wisata Geopark Meratus Turun di Awal 2026

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Kunjungan Geopark Meratus menurun di awal tahun 2026
Kunjungan Geopark Meratus menurun di awal tahun 2026. [Foto: AI/mu4.co.id]

Banjarbaru, mu4.co.id – Aktivitas pariwisata di kawasan Geopark Meratus pada triwulan pertama 2026 tercatat mengalami perlambatan. Penurunan ini sejalan dengan turunnya tingkat hunian kamar hotel yang menjadi salah satu indikator pergerakan wisatawan.

Wakil Sekretaris Badan Pengelola Geopark Meratus UNESCO Global Geopark, Theodorik Rizal Manik, menyampaikan bahwa data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan adanya penurunan cukup signifikan dibandingkan akhir tahun sebelumnya pada Desember 2025 tercatat di angka 59,80 persen.

“Berdasarkan data BPS, pada Januari tingkat hunian kamar turun menjadi 49 persen dan kembali turun di Februari menjadi 44 persen. Ini menunjukkan bahwa di triwulan pertama memang terjadi penurunan aktivitas pariwisata,” ujarnya dilansir dari Media Center Provinsi Kalimantan Selatan, Jum’at (24/4).

Menurutnya, kondisi ini merupakan pola yang relatif umum terjadi di awal tahun. Minimnya agenda berskala besar membuat pergerakan wisatawan belum kembali optimal.

Baca juga: Sidang UNESCO Tetapkan Geopark Meratus Resmi Sebagai UNESCO Global Geopark

Ia mencontohkan, pada Desember lalu peningkatan kunjungan didorong oleh sejumlah kegiatan besar seperti Haul Sekumpul yang mampu menarik mobilitas masyarakat dalam jumlah besar.

“Kalau kita bandingkan dengan Desember, saat itu ada berbagai kegiatan seperti Haul Sekumpul dan event lainnya yang mendorong mobilitas masyarakat dan wisatawan, sehingga tingkat hunian meningkat. Sementara di awal tahun, kalender event belum berjalan optimal,” tambahnya.

Theodorik menambahkan, belum aktifnya penyelenggaraan event baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota turut berpengaruh terhadap penurunan kunjungan ke berbagai destinasi wisata, termasuk Geopark Meratus.

Meski demikian, pihaknya tetap optimistis tren tersebut hanya bersifat sementara. Seiring mulai digelarnya berbagai agenda pariwisata sepanjang 2026, kunjungan wisatawan diperkirakan akan kembali meningkat.

Selain faktor event, status Geopark Meratus sebagai bagian dari jaringan UNESCO Global Geopark dinilai menjadi daya tarik tersendiri, khususnya bagi wisatawan mancanegara.

Baca juga: Sejak 1 April 2026, Pintu Masuk Kebun Raya Banua Berpindah ke Gerbang Utara. Ini Alasannya!

“Status UNESCO ini memberikan nilai tambah dari sisi exposure internasional. Kita tidak hanya menjual wisata, tetapi juga kekayaan geologi, budaya, biodiversitas, dan potensi penelitian,” tegas Theodorik.

Dalam waktu dekat, kawasan tersebut juga dijadwalkan menerima kunjungan tim peneliti asal Prancis yang dipimpin oleh Agatha bersama lima anggota timnya. Kunjungan ini diharapkan dapat memperluas eksposur Geopark Meratus di tingkat global.

“Kunjungan ini bukan hanya untuk penelitian, tetapi juga menjadi bagian dari promosi internasional. Harapannya, exposure Geopark Meratus semakin luas dan dapat menarik minat wisatawan mancanegara,” katanya.

Ia berharap sinergi antara penyelenggaraan event, strategi promosi, dan penguatan branding sebagai UNESCO Global Geopark dapat mempercepat pemulihan sektor pariwisata di kawasan tersebut.

(Media Center Provinsi Kalimantan Selatan)

[post-views]
Selaras