Riyadh, mu4.co.id – Amerika Serikat (AS) dan Kerajaan Arab Saudi menandatangani sebuah kesepakatan, yang memungkinkan Arab Saudi untuk mengembangkan program nuklir sipil, berdasarkan laporan Reuters, Kamis (23/07/2026).
Rincian pasti dari kesepakatan tersebut belum dibagikan, namun kesepakatan selama 30 tahun itu disebut bernilai puluhan miliar dolar dan diharapkan akan memberikan peran utama kepada perusahaan-perusahaan AS dalam membangun infrastruktur nuklir Arab Saudi, sambil membatasi keterlibatan perusahaan asing lainnya.
Diketahui, akses ke teknologi nuklir memicu kekhawatiran tentang keamanan, proliferasi senjata, dan komplikasi politik di wilayah Timur Tengah yang rawan konflik. Seperti semua penandatangan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir, Arab Saudi telah berkomitmen untuk tidak mengembangkan bom atom dan menyetujui inspeksi internasional, tetapi Washington secara tradisional mencari perlindungan tambahan. Pemerintahan Trump pun mengatakan kesepakatan tersebut telah diajukan ke Kongres AS.
Selain itu, kesepakatan itu juga memicu beberapa penentangan di Kongres, di mana para anggota sebelumnya telah menuntut pengamanan ketat pada setiap kesepakatan.
Baca juga: Draf Perdamaian Iran dan AS Terungkap, Ini 14 Poin Kesepakatannya!
Sebagai pengekspor minyak terbesar di dunia, Arab Saudi mungkin tidak tampak sebagai kandidat yang jelas untuk tenaga nuklir, tetapi negara ini bertujuan untuk mengurangi emisi karbon dan membebaskan minyak mentah untuk diekspor di bawah rencana ekonomi Putra Mahkota Mohammed bin Salman.
Listrik Arab Saudi sebagian besar dihasilkan dengan membakar gas dan minyak. Energi nuklir dapat menggantikan sebagian dari kebutuhan tersebut, termasuk untuk desalinasi air dan pendingin udara yang membutuhkan banyak energi, sehingga memungkinkan kerajaan untuk menghasilkan lebih banyak uang dari penjualan minyak.
Di samping itu, kerja sama nuklir sipil merupakan insentif penting bersama dengan jaminan keamanan dalam upaya pendahulu Trump, Joe Biden, untuk menengahi kesepakatan agar Arab Saudi dan Israel menormalisasi hubungan. Namun, kedua isu tersebut kini terpisah, Riyadh telah menolak menormalisasi hubungan dengan Israel tanpa berdirinya negara Palestina.
(sindonews.com)






![Polemik belasan siswa atlet Kelas Khusus Olahraga [KKO] SMAN 2 Banjarmasin](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/07/IMG_1953-300x168.jpeg)







