Teheran, mu4.co.id – Iran dan Amerika Serikat (AS) telah menyetujui draf memorandum kesepahaman (MoU) dengan 14 poin yang menampilkan rencana rekonstruksi substansial dan dijadwalkan melakukan penandatanganan fisik secara resmi pada 19 Juni 2026 mendatang di Swiss.
Langkah tersebut akan membuka jalan bagi perundingan lanjutan selama 60 hari yang bertujuan untuk mengakhiri perang secara permanen serta menetapkan batasan baru yang ketat pada program nuklir Iran.
Meski belum dirilis secara resmi, seorang sumber yang mengetahui masalah ini mengatakan bahwa AS sudah mulai membagikan salinan draf tersebut kepada negara-negara sekutu di KTT G-7 Prancis. Namun, disebutkan detail teknis dari dokumen ini masih terus digodok. Hal ini mengindikasikan bahwa pilihan kata atau klausul yang presisi masih bisa berubah sebelum upacara penandatanganan hari Jumat mendatang.
Baca juga: 24 Kapal Berhasil Menembus Hormuz, 300 Lainnya Menunggu Persetujuan Iran
Berikut 14 Poin Perdamaian Iran dan AS:
- Gencatan Senjata Segera
- Kedaulatan dan Non-Interferensi
- Pencabutan Blokade
- Penarikan Pasukan Komitmen AS untuk menarik pasukan militernya dari wilayah sekitar Iran
- Dimulainya kembali operasi penuh di Selat Hormuz
- Pencabutan Sanksi dan Akses Aset
- Penyediaan rencana rekonstruksi senilai minimal USD300 miliar atau sekitar Rp5.328 triliun, yang didanai oleh AS dan sekutunya, terutama negara-negara Arab.
- Negosiasi Kerangka Kerja Nuklir
- Penegasan kembali komitmen Iran berdasarkan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) untuk tidak memproduksi senjata nuklir.
- Pembekuan Aktivitas Militer dan Sanksi Janji AS untuk tidak memperluas kontingen militer regionalnya atau memberlakukan sanksi baru selama periode negosiasi aktif.
- Pencairan Aset Pelepasan aset Iran yang dibekukan
- Pengawasan Implementasi
- Ratifikasi PBB
- Syarat-syarat Ketat untuk Perundingan Akhir.
(sindonews.com, bloombergtechnoz.com)













