Media Utama Terpercaya

21 Mei 2026, 15:11
Search

Waspada! Beberapa Pose Selfie Termasuk “Peace” Bisa Bocorkan Sidik Jari

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
waspada pose selfie
Ilustrasi. [Foto: AI, mu4.co.id]

China, mu4.co.id – Pose dua jari atau peace sign yang kerap digunakan saat selfie disebut berpotensi membocorkan data biometrik. Teknologi kecerdasan buatan (AI) dikabarkan mampu merekonstruksi sidik jari hanya dari foto yang diunggah ke internet.

Pakar keamanan asal China, Li Chang, pernah mendemonstrasikan kemampuan AI dalam mengekstraksi detail sidik jari dari foto selfie seorang selebritas. Risiko kebocoran disebut meningkat ketika jari menghadap langsung ke kamera, foto diambil dari jarak dekat, kamera memiliki resolusi tinggi, serta pencahayaan dan fokus gambar cukup jelas. Bahkan, detail sidik jari disebut masih dapat dipulihkan dari jarak 1,5 hingga 3 meter.

Baca Juga: BSSN Ungkap Modus Penipuan Kloning Suara AI, Waspada Angkat Telepon Nomor Asing!

Sidik jari dinilai berbahaya jika bocor karena termasuk data biometrik permanen yang tidak dapat diganti seperti kata sandi. Li Chang menyebut sidik jari dan data wajah merupakan pengenal biometrik yang sulit diubah. 

“Sidik jari, seperti data wajah, adalah pengenal biometrik permanen yang sulit diubah,” ungkap Li Chang dikutip dari Kompas, Kamis (21/5).

Jika jatuh ke tangan yang salah, data tersebut berpotensi disalahgunakan untuk pembobolan perangkat, penipuan identitas, penyalahgunaan akses biometrik, hingga pemalsuan dokumen atau verifikasi.

Baca Juga: Global Fraud Index 2025: Indonesia Peringkat Kedua Negara Paling Rentan Penipuan Digital Dunia

Kekhawatiran tersebut bukan sekadar teori. Pada 2025, seorang warga di Hangzhou, China, dilaporkan hampir menjadi korban pembobolan smart door lock di rumahnya. Pelaku diduga menggunakan replika sidik jari yang dibuat dari foto tangan korban yang sebelumnya diunggah ke media sosial. 

Meski percobaan itu berhasil digagalkan, kasus tersebut menjadi peringatan bahwa selfie juga dapat dimanfaatkan untuk kejahatan digital.

Risiko kebocoran biometrik juga disebut tidak hanya berasal dari pose “peace”. Pose lain seperti finger hearthalf-heart, maupun pose tangan dekat wajah juga dinilai dapat memperlihatkan detail sidik jari dengan cukup jelas.

[Foto: AI, mu4.co.id]

Meski demikian, tidak semua selfie otomatis berbahaya. Kemampuan rekonstruksi sidik jari tetap bergantung pada kualitas foto, mulai dari pencahayaan, fokus kamera, resolusi gambar, hingga sudut pengambilan foto. Risiko ini pun diperkirakan akan terus meningkat seiring perkembangan teknologi AI.

Kurangi Risiko Kebocoran Biometrik

Meski terdengar sepele, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko kebocoran data biometrik saat mengunggah foto di internet, antara lain:

  1. Menghindari foto dengan detail sidik jari yang terlalu jelas
  2. Memburamkan bagian tangan bila diperlukan
  3. Tidak sembarangan menyimpan data sidik jari di perangkat yang belum terpercaya
  4. Lebih waspada terhadap aplikasi AI yang meminta data wajah maupun telapak tangan
[Foto: AI, mu4.co.id]

“Lebih aman untuk tidak membagikan terlalu banyak foto yang memperlihatkan jari-jari Anda secara jelas di internet,” ujar Pei Zhiyong, Direktur Pusat Riset Keamanan Industri Qianxin.

(Kompas)

[post-views]
Selaras