Media Utama Terpercaya

25 April 2026, 21:08
Search

Viral! Penumpang Masak Mi Instan di Kereta Pakai Kompor Listrik, Begini Respons KAI

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Penumpang Masak Mi Instan di Kereta Pakai Kompor Listrik
Ilustrasi. [Foto: AI, mu4.co.id]

Tegal, mu4.co.id – Ramai di media sosial video seorang penumpang yang memasak mi instan dengan kompor listrik di dalam gerbong kereta. Kejadian itu terjadi saat berhenti di Stasiun Tegal pada Rabu (22/4).

Menanggapi hal tersebut, Manager Humas Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menjelaskan bahwa stop kontak di kursi hanya diperuntukkan bagi perangkat elektronik berdaya rendah seperti pengisian ponsel, tablet, laptop, dan earphone.

“Penggunaan setop kontak untuk peralatan berdaya tinggi, seperti kompor listrik, rice cooker, hair dryer, maupun alat elektronik rumah tangga lainnya sangat tidak diperbolehkan. Selain melanggar aturan, hal tersebut juga berpotensi membahayakan keselamatan perjalanan, serta mengganggu kenyamanan pelanggan lain,” jelas Luqman dikutip dari Kompas, Sabtu (25/4).

Baca Juga: Viral Kasus Tumbler Hilang di KRL. Sempat Ribut dengan Petugas, Kini Berakhir Mediasi!

Menanggapi video viral tersebut, Luqman menyayangkan aksi penumpang yang menyalakan kompor listrik di dalam gerbong. Ia menegaskan tindakan itu melanggar aturan KAI karena berisiko membahayakan keselamatan serta berpotensi mengganggu sistem kelistrikan kereta.

Ia mengingatkan bahwa penggunaan perangkat berdaya besar secara bersamaan berisiko menimbulkan beban listrik berlebih yang dapat mengganggu sistem kelistrikan kereta. 

Karena itu, KAI mengimbau penumpang memakai stop kontak secara bijak, yakni hanya untuk gadget berdaya rendah. Penumpang juga diminta memastikan perangkat tidak panas berlebih serta mencabutnya setelah pengisian daya selesai.

“Kami mengajak seluruh pelanggan untuk tidak hanya tertib dalam perjalanan, tetapi juga bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial. Pastikan informasi yang diterima telah terverifikasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat,” tutur Luqman.

(Kompas)

[post-views]
Selaras