New York, mu4.co.id – Perusahaan podcast membuka toko audiobook di New York, Amerika Serikat (AS), bernama “Audible Story House” yang diklaim dan dijuluki sebagai toko buku tanpa buku (bookless bookstore) pertama di dunia, pada Jumat (01/05/2026).
“Ini adalah tempat fisik yang sepenuhnya didedikasikan untuk menghidupkan kisah-kisah (dari) audio,” kata CEO Audible, Bob Carrigan, Sabtu (02/05/2026).
Meski begitu, pengunjung tidak akan mendengar suara kertas dibalik atau melihat deretan novel terlaris dalam bentuk fisik. Carrigan mengakui bahwa ide tersebut cukup liar, dan membutuhkan imajinasi yang sangat besar untuk diwujudkan.
Diketahui, toko ini sebenarnya merupakan pop-up store yang akan buka selama satu bulan, dengan tujuan “menghidupkan” audiobook dalam kehidupan nyata. Pengunjung bisa datang untuk sekadar melihat-lihat, atau terhubung dengan orang lain yang memiliki minat serupa.
Saat pengunjung masuk, mereka akan melihat rak-rak yang rapi. Namun, isinya bukan buku, melainkan tablet audio yang disebut “story tiles”. Pengunjung bisa mengambilnya dan memasukkannya ke dalam alat pemutar, lalu mendengarkannya menggunakan headphones.
Setiap tiles akan memutar cuplikan singkat dari sebuah buku. Jika pengunjung menyukai ceritanya, mereka bisa mengakses versi lengkap lewat aplikasi Audible, yang menawarkan langganan berbayar dan pembelian satuan. Bagi pemilik akun Amazon, tersedia juga akses gratis untuk beberapa judul pilihan.
Fasilitas di toko ini pun cukup lengkap. Terdapat ruangan khusus dengan deretan pengeras suara sebagai lokasi mendengarkan audio tanpa perlu memakai headphones. Ada juga area bernama “Listening Bar”, yang siap membantu pengunjung menemukan audiobook sesuai selera.
Di samping itu, tren audiobook sendiri di AS sedang naik daun. Berdasarkan data dari Audio Publishers Association (APA), penjualan audiobook di AS mencapai angka 2,22 miliar dollar AS (sekitar Rp 38,4 triliun) pada tahun 2024, hampir 2 kali lipat jika dibandingkan dengan 5 tahun lalu.
(kompas.com)
















