Media Utama Terpercaya

21 Juli 2026, 12:35
Search

14 Tahun Radio Suara Al Jihad Menjadi Pelopor Media Syiar Dakwah Digital di Banjarmasin

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Radio Suara Al Jihad
14 Tahun Radio Suara Al Jihad Banjarmasin [Foto: mu4.co.id]

Banjarmasin, mu4.co.id – Di era tahun 2010-an perkembangan radio di Indonesia maju sangat pesat. Ketika internet dan smartphone belum begitu mendominasi (meski mereka sudah diciptakan), radio telah merebut hati pendengar setianya.

Radio menjadi salah satu media yang digemari masyarakat saat itu. Di kota-kota besar yang sering terjadi kemacetan di jalan raya, radio justru menjadi teman setia yang bisa didengarkan selama diperjalanan di dalam mobil.

Masing-masing stasiun radio kemudian harus memetakan demografi pendengarnya agar memiliki kekhasan tersendiri bagi segmen pendengarnya, muncullah radio anak muda, radio perempuan, radio berita, radio musik, radio dakwah dan lain-lain.  

Dari sinilah lahir keinginan dan tekad kuat dari Takmir Masjid Al Jihad Banjarmasin untuk memiliki sebuah sarana media informasi untuk menyebarluaskan syiar dakwah sekaligus edukasi umat. Sehingga kajian agama tidak hanya sebatas di ruang induk masjid, tetapi dapat didengarkan pula oleh lebih banyak lagi orang.

Agar lebih banyak kaum muslimin yang berada di pelosok-pelosok kampung, dimana belum ada masjid atau mushala dan jarang sekali diadakan pengajian agama, maka melalui media ini mereka mendapatkan pencerahan agama sehingga syiar dakwah dan ceramah-ceramah agama yang diputar di radio Al Jihad sampai kepada mereka.

Selain itu, gempuran tontonan sinetron berseri, telenovela negara luar dan hiburan yang kurang mendidik di televisi pada tahun-tahun tersebut turut memengaruhi prilaku generasi muda. Anak-anak sekolah mudah sekali meniru dan mencontoh apa yang mereka tonton di televisi. Kita masih ingat ketika demam “Smackdown” di televisi turut memicu meningkatnya perkelahian dan tawuran remaja.

Maka bulatlah niat Takmir Masjid Al Jihad untuk membangun sebuah stasiun radio dakwah bernapaskan religi sebagai pencerahan yang murni berdasar Al Qur’an dan As Sunnah agar menjadi penyeimbang dari maraknya tontonan di layar kaca.

Di awal perjalanannya, mendirikan sebuah stasiun radio bukanlah hal yang mudah. Sebab di tahun-tahun tersebut spektrum frekuensi radio di Indonesia khususnya FM di kota-kota besar sudah penuh, bahkan boleh dikatakan overcrowded. Begitu pula di Banjarmasin, sangat sulit untuk mendapatkan izin frekuensi baru.

Belum lagi tidak sedikit pihak yang tidak setuju dengan pendirian radio masjid. Karena dianggap terlalu banyak uang yang akan dihabiskan untuk investasi pembelian peralatan teknis dan pembangunan infrastruktur serta sarana prasarana penunjang.    

Namun Takmir Masjid Al Jihad tidak menyerah begitu saja, tetap terus mengupayakan agar dapat terealisasi. Sebab setiap niat baik selalu akan ada kemudahan untuk meraihnya.

Baca juga: Radio Suara Al Jihad Banjarmasin Hadirkan Rangkaian Program Unggulan Terbaik yang Menemani Selama Ramadhan 1447 H

Akhirnya setelah melewati berbagai rintangan, perlahan tapi pasti. Semua tahapan pendirian sebuah stasiun radio berhasil dijalani. Dimulai dari studi kelayakan, mengurus Perizinan & Legalitas, menentukan tempat sebagai studio, Lokasi antena pemancar, pembelian perangkat siar, Instalasi Kelistrikan & Grounding, hingga rekrutmen SDM.

Alhamdulillah, bagaikan menemukan mata air di tengah keringnya padang pasir, akhirnya lahirlah Radio Suara Al Jihad Banjarmasin, yang mengudara perdana pada Kamis 19 Juli 2012 M atau 29 Sya’ban 1433 H bertepatan satu hari sebelum memasuki Bulan suci Ramadhan 1433 H. Peresmian dilakukan secara simbolis oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah di kala itu yakni Prof. DR. H. Din Syamsuddin MA yang hadir langsung ke Banjarmasin sekaligus meresmikan selesainya renovasi total bangunan baru Masjid Al Jihad Banjarmasin.

Karena padatnya spektrum frekuensi radio di Banjarmasin, pada awal berdirinya Radio Dakwah Al Jihad mengudara pada frekuensi FM 98.8 Mhz dengan ISR (Izin Stasiun Radio) nomor: 01010374-000SU/20042013 berlokasi Jalan Sudirman Komplek BTN no.7-8 Marabahan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan dengan nama perusahaan PT. Radio Selidah Satu Swara.

Tetapi kemudian pada 1 Januari 2017 Radio Suara Al Jihad berhasil mengakuisisi frekuensi baru senilai Rp1 miliar dan berpindah ke frekuensi FM 105.1 Mhz dengan ISR (Izin Stasiun Radio) nomor: 02149661-000SU/2020192024. Dengan begitu Radio Al Jihad resmi bersiaran dari komplek Masjid Al Jihad Jalan Cempaka Besar No.24 Rt/Rw.003 Kelurahan Kertak Baru Ulu, Kecamatan Banjarmasin Tengah, kota Banjarmasin dengan nama perusahaan PT. Radio Iskinada Mustika. 

Luar biasanya uang sebesar Rp1 miliar tersebut dikumpulkan melalui penggalangan dana dari seluruh jemaah masjid Al Jihad hanya dalam waktu beberapa hari saja. Ini membuktikan bahwa semangat jihad dan fastabiqul khairat dari seluruh jemaah Masjid Al Jihad tetap terus menggelora dan diwariskan turun temurun oleh generasi pendahulu.

Awal mulanya studio radio Al Jihad menempati ruang mungil di sayap kiri ruang induk masjid lantai 1 tepat dibawah bangunan menara masjid. Seiring perkembangannya pada 2017 studio radio dipindah ke ruangan yang lebih representatif dan besar, berada di lantai 2 bagian depan ruang induk.

Radio Suara Al Jihad Bjm

Tidak hanya sampai disitu, perkembangan radio dakwah Al Jihad juga penuh tantangan. Sebab radio ini diproklamirkan sebagai radio nirlaba, bukan radio komersiil. Murni sebagai radio dakwah. Sehingga tidak ada iklan, yang tentu saja tidak ada pemasukan.

Banyak pihak yang meragukan, bagaimana mungkin sebuah radio, bisa bertahan hidup tanpa pendapatan iklan? Sebab tidak dapat dipungkiri dan sudah menjadi hal yang lumrah, sumber pendapatan operasional sebuah stasiun radio adalah dari penerimaan iklannya.

Tetapi ternyata Radio Suara Al Jihad mematahkan persepsi tersebut, alhamdulillah dengan pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan didukung oleh para donatur militan serta pendengar fanatiknya, barangkali Radio Al Jihad satu-satunya radio yang dapat bersiaran hingga hari ini memasuki usianya yang ke-14 tahun meski tanpa sokongan iklan.  

Seiring bergulirnya waktu, kini Radio Suara Al Jihad Banjarmasin telah menjadi radio siaran swasta nasional (terdaftar dalam PRSSNI) dan dikelola secara profesional. Berperan aktif dalam menyiarkan syiar dakwah islami kepada seluruh umat, menjadi sarana penyampaian kajian agama berdasarkan Al Qur’an dan hadits shahih, sekaligus menjadi lokomotif penggerak pemikiran Islam yang berkemajuan serta menjadi barometer bagi perkembangan dakwah di masjid-masjid lain di seputar kota Banjarmasin.     

Radio Suara Al Jihad juga selalu mengikuti perkembangan teknologi dan era digitalisasi sehingga kini siaran radio Suara Al Jihad dapat didengarkan secara online melalui link: http://suaraaljihadfm.blogspot.com sehingga menjangkau pendengar dari belahan dunia manapun.

Baca juga: Menolak Redup, Ketika Radio Tetap Punya Tempat di Hati Pendengar Setianya

Radio Suara Al Jihad Bjm 1

Kemudian pada 8 Februari 2019 Radio Suara Al Jihad melebarkan sayapnya dengan membuka cabang jaringan radionya yakni di kota Alabio, kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan yang dikenal sebagai pusat cikal bakal masuknya Muhammadiyah di provinsi Kalimantan Selatan.

Berjarak sekitar 168 km dari kota Banjarmasin. Radio tersebut diberi nama Radio Noor Amien dengan frekuensi FM 88.3 Mhz dan diserahkan pengelolaannya kepada Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Alabio 1. Studio Radio Noor Amin tsb berada di komplek Masjid Muhammadiyah Al Amien beralamat di Sungai Pandan Tengah, kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan.

Peran Radio Suara Al Jihad Banjarmasin dirasakan begitu besar manfaatnya dalam dunia dakwah. Salah satu contohnya adalah ketika terjadi pandemi Covid-19 puncaknya di seputar tahun 2020-2021. Saat itu pemerintah memberlakukan kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat yang dikenal dengan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat).

Pemerintah sempat mewajibkan Work From Home (WFH) sehingga perkantoran, sekolah, pasar, mall, tempat publik, terminal bahkan masjid juga ditutup total. Alhamdulillah Radio Suara Al Jihad bersama Al Jihad TV dengan menjalankan protokol kesehatan yang ketat, saat itu tetap dapat menyiarkan Kajian Online (Kajol) rutin setiap hari nonstop sehingga syiar dakwah tetap dapat dijalankan dan didengarkan oleh jemaah di rumah masing-masing melalui radio dan handphone. Dengan begitu kegiatan dakwah tidak pernah berhenti sekalipun meski Pandemi sedang membatasi ruang gerak aktivitas! Bahkan boleh dibilang Radio Suara Al Jihad menjadi pelopor kajian online di Banjarmasin saat itu, karena nyaris semua masjid di kota Seribu Sungai ini ditutup total saat pandemi.

Salah seorang pengurus yang turut merintis berdirinya Radio Suara Al Jihad, H. Yusmilan AK mengucapkan syukur atas milad ke-14 Radio ini.

“Mengingat suka duka tidak mudah membangun Radio Al Jihad ini pada waktu itu, maka sudah seharusnya lah radio ini harus dijaga, didukung dan di-support bersama-sama. Karena itu perlu perhatian dan sinergi semua pihak agar radio ini bisa terus mengudara dan menyiarkan hal-hal yang positif. Mari kita jadikan radio ini sebagai ladang amal jariyah kita,” ujar H. Yusmilan, Senin (20/7/2026).

Sementara itu Ustaz H. Riza Rahman yang menjabat sebagai Ketua Takmir Masjid Al Jihad pada saat pendirian Radio Al Jihad tersebut menuturkan perkembangan Radio Suara Al Jihad ini dari tahun ke tahun sudah sedemikian maju pesat. Keberadaan radio ini manfaatnya juga dapat dirasakan banyak orang, tidak hanya di kawasan Banjarmasin tapi juga sampai ke luar pulau Kalimantan. Bahkan dengan teknologi sekarang ini, siaran Radio Suara Al Jihad bisa didengarkan dari seluruh dunia.

“Berkaitan dengan Milad ke-14 Radio Al Jihad, pertama tentunya kita bersyukur sampai di titik ini perjalanan kita untuk syiar dakwah melalui radio itu sangat-sangat bagus. Alhamdulillah dakwah kita hampir diterima oleh seluruh kalangan, terlebih di masa-masa lampau ketika dakwah sulit untuk menjangkau daerah-daerah yang jauh, maka sarana radio itu sangat-sangat diperlukan. Dan bahkan sampai zaman kita hari ini, kita tahu bahwasanya orang-orang yang menggunakan media medsos yang lain, seperti YouTube dan yang lainnya, maka radio tentunya tidak bisa terpinggirkan karena banyak orang yang masih menggunakan media radio di mobil-mobil mereka, yang tentu tidak perlu internet, dan juga di tempat-tempat yang jauh atau berkaitan dengan orang-orang yang tidak punya kemampuan dalam teknologi atau keterbatasan, maka dakwah melalui radio ini sesuatu yang sangat dihajat dan diperlukan,” ungkap ustaz H. Riza Rahman yang sedang berada di Madinah saat diwawancara mu4.co.id.

Ustaz Riza Rahman juga berharap agar Radio Suara Al Jihad tetap menjaga kualitas bahkan meningkatkan siaran radionya. Beliau juga mendoakan kepada seluruh donatur-donatur yang telah menyumbang dan memperkuat dakwah dengan radio ini agar senantiasa terus mendapatkan keberkahan dari harta-harta mereka, usaha mereka, keluarga mereka dan menjadi amal jariyah.

“Dan juga kepada kawan-kawan, saudara-saudara yang bertugas di Radio Al Jihad mudah-mudahan senantiasa dijaga oleh Allah, dan ingat ini catatan amal jariyah yang insya Allah akan didapatkan nanti kebaikannya pada kehidupan akhirat,” tutur ustaz Riza Rahman.

Di usianya yang ke-14 tahun ini, teriring harapan semoga Radio Suara Al Jihad Banjarmasin semakin kokoh berdiri sebagai radio dakwah pencerahan untuk umat dan benteng nilai-nilai keislaman di Banua. Sehingga media ini terus melangkah konsisten menyebarkan syiar Islam yang sejuk, penebar kebaikan, memperluas wawasan keIslaman, menjadi media inspiratif, mengedukasi, serta menjadi jembatan pemersatu dan perekat silaturahmi bagi seluruh lapisan masyarakat Kota Banjarmasin dan sekitarnya.

Berikut ini ucapan selamat milad ke-14 Radio Suara Al Jihad Banjarmasin dari ustaz H. Riza Rahman, Lc:

[post-views]
Selaras