Banjarmasin, mu4.co.id – Di tengah reputasi Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi keagamaan dengan aset terbesar di dunia – menempati peringkat keempat global dengan total kekayaan mencapai Rp454,24 triliun – pemandangan bersahaja ditunjukkan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir.
Pada Jumat (24/7/2026), Prof. Haedar melakukan kunjungan kerja dari Yogyakarta menuju Banjarmasin dengan menggunakan penerbangan komersial reguler Lion Air (JT 522) armada Boeing 737-900ER. Pesawat take off dari Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) pukul 09.00 WIB dan mendarat di Bandara Syamsuddin Noor, Banjarbaru pada pukul 11.30 WITA setelah menempuh penerbangan sekitar 1,5 jam.
Sikap rendah hati pimpinan tertinggi persyarikatan ini mencerminkan nilai kesederhanaan yang terus dirawat di tubuh Muhammadiyah, meski organisasi yang dipimpinnya mengelola ribuan sekolah, perguruan tinggi, hingga rumah sakit bernilai triliunan rupiah.
Di Banjarmasin, Prof Haedar akan meresmikan beberapa amal usaha baru di antaranya meresmikan Groundbreaking (peletakan batu pertama) pembangunan Kampus Fakultas Kedokteran UMBJM, peresmian Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Kalimantan Selatan, peresmian unit usaha MentariMu Mart, dan peresmian Gedung Rawat Inap RS Islam Banjarmasin.
Aset amal usaha persyarikatan yang dikelola dengan penuh tanggung jawab dan amanah ini pernah diungkapkan Robert W. Hefner, seorang profesor antropologi dan pengamat Islam asal Boston University, Amerika, yang menyatakan bahwa Muhammadiyah adalah salah satu organisasi Islam paling sukses di dunia. Ia juga mengatakan bahwa Muhammadiyah merupakan aset moral bagi bangsa Indonesia.
Sejak awal berdiri pada 1912, organisasi ini semakin solid dan tumbuh besar serta senantiasa memberikan banyak kontribusi bagi perkembangan bangsa dan negara Indonesia, terutama di bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi.
Baca juga: Sebagai Organisasi Islam Terkaya di Dunia, Berikut Ini Aset yang Dimiliki Muhammadiyah!
Sehingga tidak heran setelah menempuh perjalanan lebih dari 1 abad ini, Muhammadiyah dipercaya memiliki aset yang signifikan dan kiprah yang luas dalam berbagai sektor.
Meski begitu, sikap teladan tetap merakyat dan tidak haus kehormatan seringkali diperlihatkan oleh para petinggi di persyarikatan Muhammadiyah ini.
Sebelumnya Prof Haedar juga seringkali terlihat menempuh perjalanan di sekitar Jawa Tengah menggunakan transportasi umum, seperti Damri atau kereta api. Ia pernah pula tertangkap kamera tengah duduk sendirian di stasiun kereta Kediri, Jawa Timur selepas menghadiri peresmian gedung sekolah dan rumah sakit Muhammadiyah.


![Muhammadiyah Jadi Satu-satunya Delegasi Indonesia di Forum Kesehatan Mental Muslim Inggris [Foto: muhammadiyah.or.id]](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/07/muhammadiyah-jadi-satu-satunya-delegasi-indonesia-di-forum-kesehatan-mental-muslim-inggris-edited-300x225.webp)












