Media Utama Terpercaya

4 Juli 2026, 21:56
Search

Tiga Bandara di Kalsel Alami Penurunan Aktivitas Penerbangan, Ini Penyebabnya!

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Tiga Bandara di Kalsel Alami Penurunan Aktivitas Penerbangan, Ini Penyebabnya
Ilustrasi. [Foto: AI, mu4.co.id]

Banjarmasin, mu4.co.id – Aktivitas penerbangan domestik di Kalimantan Selatan menurun pada Mei 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel mencatat jumlah pesawat yang datang dan berangkat di Bandara Syamsuddin Noor, Bandara Bersujud, dan Bandara Gusti Syamsir Alam mengalami penurunan dibandingkan April 2026 maupun periode yang sama tahun lalu.

Kepala BPS Kalsel Mukhamad Mukhanif mengatakan perlambatan tersebut dipengaruhi normalisasi mobilitas masyarakat setelah berakhirnya masa libur Idul fitri.

“Setelah periode libur panjang pada April, aktivitas perjalanan masyarakat pada Mei mulai kembali normal sehingga frekuensi penerbangan mengalami penurunan,” ungkap Mukhanif dikutip dari Pojok Banua, Sabtu (4/7).

Baca Juga: Maskapai Diminta Tambah Rute Penerbangan Ke Banjarmasin. Ini Sebabnya!

“Jumlah penumpang berangkat pada Mei 2026 tercatat sebanyak 94.564 orang, sedangkan penumpang datang sebanyak 94.079 orang. Kedua indikator tersebut mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya,” sambungnya.

BPS juga mencatat jumlah penumpang berangkat turun 15,94 persen dibandingkan April 2026 dan 9,44 persen dibandingkan Mei 2025. Sementara itu, penumpang datang merosot 31,23 persen secara bulanan dan 15,94 persen secara tahunan. 

Meski demikian, Mukhanif menegaskan penurunan tersebut lebih dipengaruhi normalisasi arus perjalanan usai libur Idul fitri, bukan karena pelemahan sektor transportasi udara.

“Kalau dilihat secara kumulatif Januari sampai Mei, jumlah pesawat justru masih mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ucapnya.

Baca Juga: Kabut Tebal Ganggu Operasional Bandara Syamsudin Noor, Empat Penerbangan Terdampak

Secara kumulatif selama Januari–Mei 2026, jumlah penerbangan di Kalimantan Selatan masih tumbuh, dengan pesawat berangkat naik 0,92 persen dan pesawat datang meningkat 0,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

Namun, jumlah penumpang masih menurun, masing-masing 5,39 persen untuk keberangkatan dan 7,93 persen untuk kedatangan. Menurutnya, kondisi ini dipengaruhi pola musiman pergerakan penumpang.

“Biasanya mobilitas akan meningkat pada saat hari besar keagamaan, musim liburan sekolah, ataupun momentum tertentu. Di luar periode tersebut, jumlah penumpang cenderung kembali ke kondisi normal,” terang Mukhanif.

(Pojok Banua)

[post-views]
Selaras