Norwegia, mu4.co.id – Norwegia melarang penggunaan kecerdasan buatan (AI) generatif bagi siswa Sekolah Dasar (SD) serta membatasi pemakaiannya pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Kebijakan ini diterapkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mencegah dampak negatif AI terhadap proses belajar. Menurut Perdana Menteri Jonas Gahr Stoere, penggunaan AI berisiko membuat siswa melewatkan tahapan penting dalam pendidikan mereka.
“Hal terpenting di sekolah adalah anak-anak kita belajar membaca, menulis, dan berhitung,” ungkap Jonas Gahr dikutip dari detik news, Ahad (21/6).
Pemerintah Norwegia akan mulai menerapkan aturan baru tersebut pada tahun ajaran yang dimulai pada akhir Agustus. Dalam kebijakan itu, siswa kelas 1 hingga 7 dilarang menggunakan AI.
Baca Juga: Minimnya Minat Membaca dan Menulis, Kemendikdasmen Keluarkan Kebijakan Ini!
Sementara itu, penggunaan AI bagi siswa SMP diperbolehkan dengan pengawasan guru, sedangkan siswa SMA diarahkan untuk mempelajari pemanfaatan AI secara tepat sebagai bekal melanjutkan pendidikan dan memasuki dunia kerja.
Norwegia telah menggunakan komputer di sekolah sejak 1990-an dan beralih ke tablet setelah iPad diperkenalkan pada 2010-an, sehingga penggunaan buku dan tulisan tangan berkurang.
Kini pemerintah berencana meningkatkan kembali penggunaan buku di kelas melalui pendanaan khusus, agar penggunaan tablet komputer berkurang.
Selain itu, Norwegia juga menyiapkan aturan yang melarang anak di bawah 16 tahun menggunakan media sosial sebagai upaya mengurangi paparan perangkat digital pada generasi muda.
(Detik News)










![Konferensi pers pengungkapan peredaran 128,7 kilogram sabu, Banjarbaru, Kamis [18/6]. [Foto: Diskominfo Kalsel]](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/06/IMG_0656-300x225.jpeg)



