Banjarmasin, mu4.co.id – Pengiriman batu bara dari tambang di Kalimantan Tengah terganggu akibat pendangkalan dan kekeringan Sungai Barito yang dipicu fenomena El Nino.
Kondisi ini menurunkan kedalaman sungai sehingga menghambat pergerakan tongkang menuju terminal ekspor. Sejumlah produsen bahkan dilaporkan menyatakan status force majeure atas pengiriman batu bara.
“Rendahnya permukaan air di Sungai Barito telah memaksa sejumlah produsen menyatakan force majeure atas pengiriman, sehingga meningkatkan kekhawatiran terhadap ketersediaan ekspor ketika El Niño yang kuat mengancam memperpanjang kondisi kering,” tulis laporan Argus Media, dikutip dari Bloomberg Technoz, Jum’at (4/9).
Baca Juga: Sungai Barito Mengering, Hamparan Pasir Muncul di Tengah Sungai
Argus Media mencatat tambang batu bara di Kalimantan Tengah menghasilkan batu bara kalori menengah hingga tinggi. Tahun lalu, produksinya mencapai sekitar 45,78 juta ton, dengan 29,54 juta ton di antaranya diekspor.
Pendangkalan Sungai Barito membuat sejumlah wilayah hulu tak lagi bisa dilalui kapal. Kondisi ini mendorong beberapa perusahaan menyatakan force majeure dan dikhawatirkan memperketat pasokan batu bara melalui jalur laut.
Gangguan juga berpotensi menghambat distribusi bahan bakar ke lokasi tambang. Sejumlah perusahaan pun mulai beralih menggunakan transportasi darat yang biaya pengirimannya lebih mahal.
(Bloomberg Technoz)













