Media Utama Terpercaya

24 Oktober 2026, 22:09
Search

Siswi 17 Tahun Ciptakan Alat Pemadam Api Hanya Pakai Gelombang Suara, Raih Medali Emas!

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Siswi 17 Tahun Ciptakan Alat Pemadam Api Hanya Pakai Gelombang Suara
Siswi 17 Tahun Ciptakan Alat Pemadam Api Hanya Pakai Gelombang Suara [Foto: Kolase mu4.co.id]

Meksiko, mu4.co.id – Seorang siswi asal Meksiko, Angela Karime Venegas Hernandez (17), menciptakan alat pemadam api berbasis gelombang suara bernama “Vortex Tech”, yang dirancang untuk memadamkan api dalam hitungan detik menggunakan frekuensi suara rendah.

Inovasi itupun mengantarkan Venegas meraih medali emas dalam ajang Pameran Internasional Sains dan Penemuan yang berlangsung di Indonesia, pada 14-16 Oktober 2026. Proyek itu juga sebelumnya telah meraih penghargaan dalam kompetisi tingkat negara bagian dan nasional.

Venegas mengatakan, ide membuat alat pemadam api tersebut muncul setelah ia menonton video yang memperlihatkan penggunaan meriam sonik untuk memadamkan api.

“Ide tersebut muncul setelah saya melihat video dari DARPA (Badan Proyek Penelitian Lanjutan Pertahanan Amerika Serikat) yang menggunakan meriam sonik sepanjang empat meter untuk memadamkan api melalui dorongan sonik,” ujar Venegas.

Ia pun mengaku bangga atas pencapaian tersebut. Menurutnya, medali emas itu merupakan hasil dari kerja keras dan keyakinan terhadap gagasan yang dikembangkan bersama timnya. “Mendapatkan medali emas ini berarti lebih dari sekadar pengakuan. Ini merupakan hasil dari sikap pantang menyerah, keyakinan terhadap ide-ide kami, dan kerja keras untuk mewujudkannya,” sebutnya.

Baca juga: Pemuda Indonesia Ciptakan Teknologi Pelacak Drone yang Diakui Dunia

Alat pemadam api berbasis suara Alat Vortex Tech tersebut terdiri dari baterai 12 volt, generator frekuensi, pengeras suara, wadah berbentuk ember yang dimodifikasi menjadi meriam, dan amplifier.

Alat tersebut menghasilkan frekuensi rendah sebesar 30 hertz atau 30 getaran per detik. Pengeras suara kemudian mengubah frekuensi tersebut menjadi gelombang akustik yang diarahkan melalui lubang berbentuk lingkaran di ujung meriam. Gelombang itu menghasilkan aliran udara berbentuk cincin pusaran alias vortex rings. Aliran tersebut menggeser oksigen yang menopang proses pembakaran sehingga api dapat padam.

“Tujuan utamanya adalah membuktikan bahwa prinsip fisika cincin pusaran dapat memadamkan lilin. Meriam sonik dari DARPA menunjukkan bahwa metode tersebut memungkinkan,” kata Venegas.

Meski telah meraih penghargaan internasional, Venegas mengatakan belum ada pendekatan dari sektor publik maupun swasta untuk mengembangkan proyeknya.

Sejauh ini, dukungan yang diterimanya berupa bantuan dana dari Gubernur Altamira Armando Martinez Manriquez dan Kementerian Pendidikan Tamaulipas. Bantuan tersebut digunakan agar ia dapat mengikuti berbagai pameran sains dan teknologi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Venegas berharap inovasi yang dikembangkannya dapat terus disempurnakan seiring bertambahnya pengalaman dan pengetahuannya di bidang sains dan teknologi.
(kompas.com)

[post-views]
Selaras