Media Berkemajuan

20 Mei 2024, 02:23

Silaturahmi dan Koordinasi Pilar Pendidikan Lazismu Bersama LKSA Muhammadiyah ‘Aisyiyah se Kalimantan Selatan

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Silaturahmi dan Koordinasi Pilar Pendidikan Lazismu Bersama LKSA Muhammadiyah 'Aisyiyah se Kalimantan Selatan [Foto: Adiani]

Banjarmasin, mu4.co.id — Badan Pengurus Lazismu Kalimantan Selatan (Kalsel), membuka kegiatan silaturrahmi & koordinasi untuk sosialisasi pilar pendidikan khususnya program Beasiswa Mentari dan Beasiswa Sang Surya bagi anak-anak dhuafa warga pinggiran dan pedalaman di Kalimantan Selatan, Ahad (11/6/2023). Kegiatan tersebut dilaksanakan di SD Alam Aisyiyah, Banua Anyar pada pukul 09.00 WITA.

“Banyak anak- anak binaan Lazismu di daerah Kampung Muallaf, Hulu Sungai yang terkendala untuk melanjutkan jenjang pendidikan. Karena di kecamatan atau kota setempat belum ada sekolah lanjutan yang setara dan bisa diakses oleh mereka, kecuali mendatangi kota/kabupaten lain seperti Banjarbaru dan Banjarmasin,” papar Ketua Badan Pengurus Lazismu Kalsel, Erie Norahman, SE dalam pengantarnya.

Baca Juga: Silaturrahmi Teman Difabel dengan MPKS PWM PWA Kalsel

Hal inilah yang menjadi prioritas pemberdayaan Lazismu di Hulu Sungai (Kandangan, Barabai, dan Tabalong). Melalui koordinasi dengan LKSA (Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak) se Kalsel ini, diharapkan ada solusi untuk membantu anak-anak pedalaman melanjutkan pendidikannya.

Mereka inilah yang nantinya diharapkan menjadi kader pelopor gerakan dakwah persyarikatan di pelosok pedalaman Kalimantan Selatan ke depannya.

Silaturahmi dan Koordinasi Pilar Pendidikan Lazismu Bersama LKSA Muhammadiyah ‘Aisyiyah se Kalimantan Selatan [Foto: M. Adiani]

Ustaz H. Sulikan Sariyun, Lc., salah satu pengelola LKSA di Amuntai, menyambut baik rencana program pendidikan bagi anak-anak dhuafa ini. Ia berharap, LKSA (Panti Asuhan) bisa bekerja sama dengan menyediakan tempat tinggal bagi kader-kader pelajar yang menempuh pendidikan, khususnya di Kota Banjarbaru dan Banjarmasin.

“Dalam aturan LKSA, anak yang sudah tamat SLTA (Sekolah Lanjutan Tingkat Atas) atau berumur 18 tahun harus keluar dari panti. Padahal banyak dari mereka memiliki potensi dan prestasi, sehingga rata-rata pendidikan kader-kader kita tidak sampai ke jenjang perguruan tinggi. Ini sangat disayangkan,” ujarnya.

Baca Juga: Lazismu Kabupaten Banjar Salurkan Beasiswa Mentari

Menindaklanjuti gagasan tersebut, pada hari itu juga dibentuk wadah komunikasi antar LKSA se Kalsel, yang diberi nama “Himpunan LKSA Muhammadiyah dan Aisyiyah Kalimantan Selatan” dengan ketua terpilih adalah Hj. Maserah, dari LKSA Putri Aisyiyah, Banua Anyar.

Terbentuknya Himpunan LKSA se-Kalsel ini akan memudahkan koordinasi antar pengelola dengan Lazismu atau pihak luar lainnya untuk memajukan pembinaan terhadap kader-kader persyarikatan yang akan melanjutkan pendidikan.

“Sehingga ke depannya gerakan dakwah di Banua akan terus berlanjut. Setelah ini kita akan segera berkoordinasi langsung dengan PWM Kalsel yang membidangi program ini,” kata H. Khairul Anam, SH., M.Kes.

Silaturahmi dan Koordinasi Pilar Pendidikan Lazismu Bersama LKSA Muhammadiyah ‘Aisyiyah se Kalimantan Selatan [Foto: M. Adiani]

Dalam kegiatan ini Lazismu Kalsel juga mengadakan rakor untuk sosialisasi dan persiapan audit internal yang akan dilaksanakan pada bulan Juni oleh Lazismu Pusat.

“Kepada seluruh Lazismu daerah dan kantor layanan agar mempersiapkan laporan keuangan dan data-data pendukung lainnya untuk tahun 2022. Di antaranya Lazismu Banjarmasin, Banjarbaru, HST (Hulu Sungai Tengah), dan Tanah Laut. Karena Tim Audit Pusat pada pertengahan bulan ini akan melakukan pendampingan penyusunan laporan keuangan di Kalsel,” pesan Erie Norrahman.

Kontributor: M. Adiani (dok.mpipwmkalsel.adiani120623)

Editor: Maulidya Firyanda Sulaiman

[post-views]
Selaras
error: Content is protected !!