Media Utama Terpercaya

21 Mei 2026, 15:11
Search

Sebanyak 80 Ribu Jemaah Haji Indonesia Ikut Murur di Muzdalifah, Lansia dan Risti Jadi Prioritas

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Sebanyak 80 Ribu Jemaah Haji Indonesia Ikut Murur di Muzdalifah
Sebanyak 80 Ribu Jemaah Haji Indonesia Ikut Murur di Muzdalifah [Foto: Ilustrasi mu4.co.id]

Jeddah, mu4.co.id – Kepala Satuan Operasi Armuzna Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026, Surnadi mengatakan akan ada sebanyak 80 ribu jemaah haji Indonesia yang diberangkatkan menggunakan skema murur.

Langkah tersebut disiapkan berdasarkan kondisi di lapangan yang terbatas di kawasan Muzdalifah, sering memicu kepadatan saat puncak haji, yang berpotensi membahayakan kondisi fisik Jemaah.

Ia menjelaskan rencana tersebut diprioritaskan bagi jemaah kategori lanjut usia (lansia) dan risiko tinggi (risti). Skema ini dilakukan demi menjaga keselamatan mereka selama proses pergerakan di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

“Rencana ada 80 ribu untuk dimururkan. Itu sesuai dengan pengajuan dari Kementerian Haji Indonesia ke kementerian agama di Arab Saudi. Itu sudah disepakati untuk melakukan murur. Tujuan yang ada untuk mengurangi kepadatan di Muzdalifah, kemudian untuk menghindari kecelakaan yang lain terhadap jemaah,” katanya, Selasa (19/05/2026).

Baca juga: Haji 1447H Lebih Ramah Lansia, Kemenhaj Perketat Istithaah dan Terapkan Skema Murur–Tanazul

Adapun murur sendiri merupakan pergerakan jemaah haji setelah wukuf dari Arafah menuju Mina, dengan cara melintas di Muzdalifah menggunakan bus tanpa harus turun dari kendaraan. Dalam praktiknya, murur terbagi menjadi dua jenis, yaitu murur dengan mabit dan murur rukhsah.

Pada skema murur dengan mabit, jemaah diberangkatkan dari Arafah setelah wukuf dan bus baru melintasi Muzdalifah selepas tengah malam. Meski tidak turun dari kendaraan, jemaah tetap dianggap sah melaksanakan mabit sebelum melanjutkan perjalanan ke Mina.

Sedangkan murur rukhsah dilakukan lebih awal, yakni setelah Maghrib. Bus melintas perlahan di Muzdalifah sebelum tengah malam tanpa berhenti, lalu langsung menuju Mina. Jemaah tidak dikenai dam karena mendapat keringanan (rukhsah) demi keselamatan dan kesehatan, terutama bagi lansia dan jemaah risiko tinggi.

Melalui persiapan skema murur ini, diharapkan rangkaian puncak ibadah haji di Armuzna dapat berjalan jauh lebih tertib dan lancar. Jemaah yang sehat secara fisik bisa tetap melaksanakan ibadah secara normal, sementara jemaah lansia dan risti tetap terlindungi keselamatannya tanpa mengurangi keabsahan ibadah haji mereka.

(kompas.com)

[post-views]
Selaras