Media Utama Terpercaya

2 Mei 2026, 10:56
Search

Ringgit Malaysia Jadi Mata Uang Terkuat Asia 2026 di Tengah Gejolak Global

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Ringgit Malaysia Jadi Mata Uang Terkuat Asia 2026
Ringgit Malaysia Jadi Mata Uang Terkuat Asia 2026 [Foto: Ilustrasi mu4.co.id]

Jakarta, mu4.co.id – Ringgit Malaysia menjadi salah satu mata uang Asia dengan kinerja terbaik sepanjang 2026 di tengah pasar keuangan global yang masih dibayangi ketidakpastian.

Sejak awal tahun hingga penutupan perdagangan Selasa (28/04/2026), ringgit telah berhasil terapresiasi hingga 2,64% dari greenback. Menjadikannya yang tertinggi di Asia dengan posisi kedua ditempati yuan China yang menguat 2,23% dari dolar AS.

Year-to-date s.d 28 April 2026 [Foto: CNBC Indonesia]

Penguatan ini ditopang oleh data perdagangan Malaysia yang solid, pertumbuhan ekonomi yang masih terjaga, serta aliran dana asing yang masuk ke pasar modal.

Kekuatan ringgit tidak lepas dari neraca perdagangan Malaysia yang masih cukup sehat. Berdasarkan data Department of Statistics Malaysia (DOSM), total perdagangan Malaysia pada Maret 2026 tumbuh 9,3% secara tahunan menjadi MYR273,0 miliar atau setara Rp1.188 triliun (asumsi kurs Rp4.352 /MYR). Angka ini naik dari MYR249,8 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan tersebut ditopang oleh pertumbuhan ekspor dan impor yang lebih kuat. Ekspor Malaysia naik 8,3% menjadi MYR148,8 miliar, sementara impor meningkat 10,4% menjadi MYR124,2 miliar. Namun, surplus perdagangan Malaysia sedikit menyempit 0,9% menjadi MYR24,6 miliar pada Maret 2026.

Baca juga: Bukan Dolar! Iran Terapkan “Tol Bitcoin” di Selat Hormuz, Kapal Bayar hingga Rp32 Miliar!

Kepala Ekonom Bank Muamalat Malaysia Bhd, Mohd Afzanizam Abdul Rashid, menilai ekonomi Malaysia masih menunjukkan daya tahan yang kuat. Estimasi awal menunjukkan pertumbuhan produk domestik bruto atau PDB Malaysia pada kuartal I-2026 berada di atas 5%. Ia juga mengatakan data perdagangan internasional terbaru menunjukkan ekspor nominal Malaysia tumbuh 12,7% pada kuartal I-2026, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 11,0% pada kuartal sebelumnya.

“Dengan demikian, ekonomi Malaysia berada dalam posisi yang kuat untuk menghadapi tantangan saat ini akibat lonjakan harga minyak karena perang di Iran,” katanya.

Di samping itu, Ringgit juga mendapat dukungan dari aliran dana asing yang masuk ke pasar modal Malaysia. Mohd Afzanizam mengatakan arus dana asing di pasar modal cukup positif, sehingga mendorong permintaan terhadap ringgit dari investor global. Dengan begitu, ringgit dinilai masih memiliki bantalan yang kuat, meskipun pasar global masih dibayangi kekhawatiran terhadap perang di Iran.

Secara year to date sampai dengan penutupan perdagangan Senin (28/04/2026), ringgit Malaysia juga tercatat menguat terhadap hampir seluruh mata uang utama Asia.
(cnbcindonesia.com)

[post-views]
Selaras