Media Utama Terpercaya

3 Juli 2026, 21:37
Search

Rancangan Awal RAPBN 2027 Disetujui Dalam Rapat Paripurna DPR. Berikut Rinciannya!

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Rancangan Awal RAPBN 2027 Disetujui Dalam Rapat Paripurna DPR
Rancangan Awal RAPBN 2027 Disetujui Dalam Rapat Paripurna DPR [Foto: dpr.go.id]

Jakarta, mu4.co.id – Pemerintah dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR resmi menyetujui hasil pembahasan pembicaraan pendahuluan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 dalam Rapat Paripurna ke-23 Masa Persidangan V DPR RI Tahun Sidang 2025-2026.

Kesepakatan rancangan awal RAPBN 2027 tersebut akan dijadikan pemerintah untuk menetapkan angka usulan awal Rancangan Undang-Undang (RUU) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) beserta Nota Keuangannya pada 16 Agustus 2026 mendatang.

“Ini akan menjadi pedoman dalam penyusunan Rancangan APBN 2027,” ujar Ketua DPR RI, Puan Maharani dalam Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Kamis (02/07/2026).

Adapun RUU APBN 2027 akan dibahas lebih detail kembali bersama Komisi XI DPR RI sebelum ditetapkan sebagai UU pada akhir Oktober 2026.

Dalam kesepakatan awal, pemerintah dan Banggar DPR menyepakati sejumlah acuan awal dalam penyusunan RAPBN 2027, mulai dari asumsi ekonomi makro, target pembangunan, hingga postur makro fiskal.

Baca juga: Rapat Paripurna DPR Sahkan RAPBN 2026, Total Belanja Negara Rp 3.842,7 T. Berikut Rinciannya!

Berikut asumsi ekonomi makro, target pembangunan, dan postur makro fiskal dalam rancangan awal RAPBN 2027 yang disepakati dalam Sidang Paripurna:

Asumsi Ekonomi Makro

  1. Pertumbuhan ekonomi: 5,8-6,5 %
  2. Laju inflasi: 1,5-3,5 %
  3. Nilai tukar rupiah: Rp16.800 -17.500 per dolar AS
  4. Tingkat suku bunga SBN 10 tahun: 6,5-7,3 %
  5. Harga minyak mentah: US$70-95/barel
  6. Lifting minyak bumi: 605-620 ribu barel per hari
  7. Lifting gas bumi: 951-990 ribu barel setara minyak

Target Pembangunan 2027

  1. Tingkat kemiskinan: 6,0-6,5 %
  2. Tingkat kemiskinan ekstrem: 0 %
  3. Rasio Gini: 0,362-0,367
  4. Tingkat pengangguran terbuka: 4,3-4,87 %
  5. Indeks modal manusia: 0,575
  6. Indeks kesejahteraan petani: 0,8038
  7. Proporsi penciptaan lapangan kerja formal: 40,81 %
  8. GNI per kapita: US$5.800-5.840
  9. Indeks kualitas lingkungan hidup: 76,84

Postur Makro Fiskal

1. Pendapatan negara: 12,01-12,40 % PDB
a. perpajakan: 10,16-10,50 % PDB
b. PNBP: 1,85-1,89 % PDB
c. Hibah: 0,002-0,003 % PDB

2. Belanja negara: 13,81-14,80 % PDB
a. Belanja pemerintah pusat: 11,26-12,01 % PDB
b. Transfer ke daerah: 2,55-2,79 % PDB

3. Keseimbangan primer: surplus 0,45 persen PDB sampai dengan defisit 0,14 % PDB
4. Defisit: 1,8-2,4 % PDB
5. Pembiayaan investasi: minus 0,50-0,90 % PDB
6. Jumlah pinjaman terhadap PDB: 40,31-40,64 % PDB
(cnnindonesia.com)

[post-views]
Selaras