Jakarta, mu4.co.id – Puing roket SpaceX diprediksi akan menghantam Bulan pada 5 Agustus 2026 pukul 2.44 waktu Amerika Serikat bagian timur.
Kreator software Project Pluto yang dipakai melacak objek dekat Bumi, Bill Gray dan ahli astronomi lain meyakini bahwa puing yang dimaksud merupakan tahap kedua upper stage roket Falcon 9 yang meluncurkan dua wahana pendarat Bulan, Blue Ghost milik Firefly dan Hakuto-R milik iSpace, yang diluncurkan ke luar angkasa pada 15 Januari 2025 lalu.
Setelah peluncuran, pakar langsung melacak posisi dua wahana pendarat, selubung muatan, dan upper stage setelah memisahkan diri dari roket. Dua wahana pendarat berhasil mencapai Bulan dan selubung muatan kembali ke Bumi.
Baca juga: Benda Berapi Yang Melintas Di Langit Lampung Diduga Serpihan Bekas Roket Cina. Ini Penjelasan BRIN!
Gray memperkirakan Upper stage roket yang memiliki panjang 13,8 meter dengan diameter 3,7 meter tersebut akan bergerak dengan kecepatan 2,43 km/detik, sekitar tujuh kali lebih kencang dari kecepatan suara, dan saat menabrak Bulan di dekat Kawah Einstein. Tumbukan ini akan menimbulkan kawah kecil di permukaan Bulan, berdasarkan laporan ArsTechnica, Jumat (01/05/2026).
Diketahui, ini bukan pertama kalinya puing roket yang diluncurkan dari Bumi menabrak Bulan. Tahun lalu, pakar astronomi juga meyakini upper stage roket Falcon 9 akan menghantam Bulan. Namun, hasil analisis lebih lanjut menemukan objek tersebut adalah upper stage dari misi Chang’e 5-T1 yang diluncurkan China.
Kali ini, Gray yakin objek yang akan menabrak Bulan adalah upper stage Falcon 9 karena sudah dilacak sejak peluncuran.
(detik.com)














