Beijing, mu4.co.id – Presiden AS Donald Trump melakukan pertemuan bersama Presiden China Xi Jinping di Beijing pada 14-15 Mei 2026 waktu setempat. Pertemuan itu berlangsung di tengah isu perang Iran, ketegangan dagang, dan persaingan teknologi antara AS dan China.
Pertemuan ini dinilai penting karena berlangsung di tengah hubungan Amerika Serikat dan China yang semakin sensitif akibat persaingan di bidang ekonomi, teknologi, geopolitik, dan pengaruh global.
Dalam pertemuan tersebut, Xi Jinping menyebut AS dan China sepakat membangun kerangka stabilitas strategis untuk tiga tahun ke depan, mencakup hubungan bilateral, keamanan kawasan, pengawasan ekonomi, hingga kecerdasan buatan (AI).
Baca Juga: China Tutup Wilayah Udara Selama 40 Hari. Ini Alasannya!
Di sisi lain, Donald Trump mengklaim China akan membeli minyak dari AS serta memesan 200 pesawat Boeing. Ia juga menegaskan hubungan dagang kedua negara diperkirakan masih terus berlanjut dalam beberapa bulan ke depan.
Dilansir dari Investor Trust pada Selasa (19/5), Donald Trump menilai masih banyak agenda besar antara AS dan China yang memerlukan negosiasi lanjutan. Ia juga mengundang Xi Jinping untuk berkunjung ke Gedung Putih pada 24 September 2026, meski hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari Beijing.
Kedua pemimpin juga diperkirakan kembali bertemu dalam forum APEC 2026 di Shenzhen dan G20 Summit 2026 pada akhir tahun mendatang.
Baca Juga: Kapal Induk Nuklir AS Hilir Mudik Dekat Perairan RI, Sinyal Keras ke China
Sementara itu, Direktur studi politik internasional Chinese Academy of Social Sciences, Hai Zhao, menyebut perhatian kini tertuju pada kemungkinan kunjungan Xi Jinping ke Amerika Serikat pada September mendatang sebagai balasan atas lawatan resmi Donald Trump ke China.
Pertemuan kedua pemimpin juga berlangsung di tengah kekhawatiran global terhadap dampak perang Iran, termasuk isu keamanan pasokan energi dan pembukaan Selat Hormuz.
Media internasional menilai China berkepentingan menjaga stabilitas Timur Tengah karena tingginya ketergantungan terhadap energi dari kawasan Teluk.
Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping juga dipandang sebagai upaya meredam ketegangan geopolitik yang dapat memperburuk perlambatan ekonomi global dan gangguan rantai pasok dunia.
(Investor Trust)















