Media Utama Terpercaya

28 Agustus 2026, 17:13
Search

Prabowo Puji NU dan Muhammadiyah di Pembukaan Muktamar ke-35 NU: “Dua Pilar Penjaga Keutuhan Bangsa”

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Prabowo Subianto
Prabowo Subianto puji NU dan Muhammadiyah di Pembukaan Muktamar ke-35 NU [Foto: Foto Tribun Channel]

Jombang, mu4.co.id – Saat pidato pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026) di hadapan ribuan peserta Muktamar, Presiden Prabowo Subianto secara terbuka menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan NU dan Muhammadiyah selama masa pemerintahannya.

Menariknya, walau berada di forum internal NU, Prabowo tercatat hingga empat kali menyebut nama Muhammadiyah dalam pidatonya.

Langkah tersebut menegaskan arah kepemimpinannya yang menempatkan kedua ormas Islam terbesar di Indonesia ini sebagai mitra strategis negara.

Penyebutan pertama disampaikan Prabowo ketika memberikan penghormatan kepada sejumlah tokoh yang hadir dalam pembukaan muktamar. Salah satunya Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir.

“Yang saya hormati Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir,” kata Prabowo dikutip dari pwmu, Jum’at (28/8). 

Baca juga: Indahnya Ukhuwah: 3 RS Muhammadiyah di Kendal Gratiskan Layanan Kesehatan Bagi Rombongan Muktamar ke-35 NU

Nama Muhammadiyah kembali disebut ketika Prabowo berbicara mengenai besarnya kontribusi NU bagi Indonesia. Dia menempatkan NU dan Muhammadiyah dalam posisi yang sejajar sebagai organisasi keagamaan yang memiliki peran besar dalam kehidupan bangsa.

“NU aset bangsa yang sangat-sangat besar, sama dengan Muhammadiyah,” ujar Prabowo.

Pernyataan tersebut langsung disambut tepuk tangan para peserta Muktamar NU yang memenuhi lokasi acara.

Penyebutan ketiga muncul ketika Prabowo menjelaskan pentingnya dukungan dua organisasi Islam terbesar tersebut bagi perjalanan pemerintahan dan kehidupan berbangsa.

Menurut dia, pemerintah tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan kekuatan masyarakat, termasuk NU dan Muhammadiyah.

“Tanpa dukungan NU dan Muhammadiyah,” kata Prabowo.

Baca juga: Indahnya Kolaborasi, Muhammadiyah Turunkan Kokam hingga Siapkan 10.000 Porsi Bakso untuk Muktamar ke-35 NU

Pada bagian lain pidatonya, Prabowo kembali menyebut Muhammadiyah ketika berbicara mengenai hampir dua tahun masa kepemimpinannya sebagai Presiden Republik Indonesia.

Dia menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan NU dan Muhammadiyah selama pemerintahannya berjalan.

“Saya hampir dua tahun jadi Presiden Indonesia. Saya terima kasih dukungan NU dan dukungan Muhammadiyah,” ujar Prabowo.

Meski Muktamar ke-35 merupakan agenda internal NU, Prabowo berulang kali menekankan bahwa NU dan Muhammadiyah memiliki posisi strategis dalam menjaga keutuhan Indonesia.

“Kalau bangsa ini mau bangkit dan mau aman, pemerintah, umara, harus selalu dekat dengan Nahdlatul Ulama. Dan juga Muhammadiyah,” kata Prabowo.

Dengan menyebut Muhammadiyah empat kali di hadapan para muktamirin, Prabowo sekaligus membawa pesan bahwa agenda kebangsaan tidak dapat dilepaskan dari peran dua organisasi Islam besar tersebut.

[post-views]
Selaras