NTT, mu4.co.id – Pemerintah menyalurkan 6.800 ton beras untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut berasal dari program penanganan bencana dan bantuan pangan beras reguler.
Sepanjang 2026, pemerintah menyiapkan Rp1,2 triliun untuk penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP) bagi penanganan bencana. Selain itu, Rp17,5 triliun dialokasikan untuk bantuan pangan beras tahap kedua periode Juli–September 2026.
“Jadi sudah ada anggarannya di 2026. Khusus untuk bantuan bencana alam NTT itu yang terdampak 5 kabupaten. Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Sika, dan Nagekeo. Kemudian jumlah semuanya itu ada 6,8 ribu ton. Kalau dikalikan Rp14.000 per kilogram, ketemu sekitar Rp95,2 miliar,” ungkap Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Sarwo Edhy, dikutip dari IDX Channel, Jum’at (28/8).
Baca Juga: Dana Batuan Presiden Telah Disalurkan ke NTT Total Rp200 Miliar
Per 19 Agustus 2026, Bapanas menetapkan total bantuan beras 6.800 ton untuk lima kabupaten terdampak bencana di NTT. Jumlah tersebut terdiri dari 990,3 ton bantuan khusus bencana dan 5.810 ton bantuan pangan reguler.
Nagekeo mendapat alokasi bantuan bencana terbesar, yakni 661,18 ton, disusul bantuan reguler 625,14 ton. Sementara alokasi lainnya tersebar di Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, dan Sikka.
Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga memastikan penyaluran dilakukan cepat sesuai arahan Presiden Prabowo. Ia juga menjamin ketersediaan beras bagi masyarakat terdampak, bahkan hingga satu tahun jika dibutuhkan.
(IDX Channel)











